
IPB Buka Program D1 Pertanian di Bantaeng

"Pada hari ini dihadirkan D1 IPB, tentunya kita perlu komitmen dengan meningkatkan kompetensi...
Bantaeng (Antara Sulsel) - Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Balai Pengembangan Produktivitas Tenaga Kerja (BPPTK) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng membuka program Diploma 1 (D1) Pertanian di Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Pada hari ini dihadirkan D1 IPB, tentunya kita perlu komitmen dengan meningkatkan kompetensi yang ada agar lebih menunjang Bantaeng sebagai Kota Jasa," kata Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Bantaeng Syamsul Suli saat meresmikan pembukaan program D1 Pertanian IPB di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Senin.
Syamsul menambahkan salah satu tujuan Pemkab Bantaeng ingin menjadikan kabupaten tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di bagian selatan Sulsel, dan pusat benih berbasis teknologi.
Begitupun untuk benih jagung dan padi bekerjasama dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknolog (BPPT) dan Kabupaten lainnya, serta bagaimana mengembangkannya kedepan.
Sedang Kepala Dinas Pertanian Bantaeng Rahmaniar mengatakan Kegiatan ini telah dirintis sejak tahun 2015-2016 dengan berbagai kendala dilalui dalam proses seleksi.
"Kami sangat berterima kasih dengan adanya jurusan ini, karena akan membantu kinerja di Bantaeng, sementara unit pelaksana teknis daerah (UPTD) yang telah kami bentuk, serta hadirnya IPB dapat meningkatan kualitas sumber daya manusia. Semoga pendidikan yang akan ditempuh mahasiswa nanti, dimanfaatkan sebaik-baiknya," Ujar Rahmaniar.
Terkait pembukaan program D1 Pertanian tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Diploma Vokasi Pertanian (SUS) Kampus Bantaeng.
Turut hadir pada acara ini Kepala Dinas Perikanan Bantaeng Dimyati Nongpa, Kepala Bappedalda H. Abdullah Taibe, dan tamu undangan lainnya.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
