
RS Islam Terlantarkan Pasien Selama Lebaran

Gorontalo (ANTARA Sulsel) - Rumah Sakit (RS) Islam Kota Gorontalo, Sulawesi, dituding telah menelantarkan pasien selama libur Lebaran.
Sejumlah pasien terungkap dibiarkan menempati ruangan yang kosong, tanpa diberi pertolongan oleh paramedis yang bertugas di RS swasta itu, demikian dilaporkan dari Gorontalo, Kamis.
Budi Datu (3), seorang balita yang mengalami luka-luka dan pendarahan akibat kecelakaan, disebutkan tidak mendapat pelayanan sebagaimana mestinya di RS Islam.
"Kami tidak terima perlakuan rumah sakit yang begitu 'cuek'. Sungguh aneh, perawat di tempat itu tidak tersentuh hatinya melihat anak saya bersimbah darah," ujar Sarifudin Datu, orang tua balita yang sempat "mengamuk" karena tak mendapat pelayanan.
Padahal, Sarifudin yang datang dari Kabupaten Bone Bolango tersebut telah berada di RS selama tiga hari. "Sudah tiga hari kami di RS, namun anak kami tetap dibiarkan hingga darahnya mengering di tubuh, tanpa dibersihkan," katanya menjelaskan.
Hal yang sama juga dialami pasien lainnya, Bambang Laiya yang menderita hipertensi atau darah tinggi.
"Saya sudah berada di sini sejak 21 September lalu, tapi sampai sekarang, baik dokter maupun suster tak ada yang merawat saya. Alasannya, mereka masih libur Lebaran," ujar Bambang.
Sementara itu, pihak RS Islam membantah tak memberikan pelayanan kepada pasien selama Lebaran.
"Kami tetap menerima pasien dan melayani secara maksimal, meskipun saat ini masih libur Lebaran," dr Vivien Kasim, salah seorang dokter jaga di RS Islam.
Hanya saja, kata dia, dokter yang seharusnya menangani para pasien tersebut tak datang karena alasan tertentu, sehingga belum dilakukan pemeriksaan secara medis.
(T.D015/P004)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
