Anak alami susah makan, ini kata pakar

Anak alami susah makan, ini kata pakar

Ilustrasi anak susan makan (ANTARA/Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) --Gangguan makan pada anak adalah kondisi kesehatan mental yang serius yang mempengaruhi pola makan dan perilaku terkait makanan. Gangguan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan emosional anak, serta perkembangan sosial mereka. Prevalensi gangguan makan atau eating disorder pada anak di Indonesia mencapai 37,3 %.

Gangguan makan, atau eating disorder pada anak adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan pola makan yang tidak teratur dan sering kali disertai dengan gangguan emosional serta persepsi tubuh yang salah. Gangguan ini dapat berdampak serius pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial pada anak apabila jika tidak ditangani dengan baik.

Berdasarkan riset Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), terdapat beberapa factor terjadinya gangguan makan pada anak, diantaranya adalah:

1. Faktor genetik atau riwayat keluarga
Penelitian dari PAFI menunjukkan bahwa ada komponen genetik yang berperan dalam perkembangan gangguan makan. Anak-anak yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia, lebih berisiko mengembangkan kondisi serupa.

2. Faktor biologis
Kondisi fisik dan hormonal anak juga dapat mempengaruhi pola makan mereka. Ketidakseimbangan hormon, seperti hormon pertumbuhan atau serotonin, dapat mengganggu nafsu makan dan memicu perilaku makan yang tidak sehat. Misalnya, kekurangan gizi atau masalah kesehatan lainnya dapat menyebabkan perubahan dalam metabolisme yang berkontribusi terhadap gangguan makan.

3. Pola makan dan kebiasaan keluarga
Kebiasaan makan dalam keluarga juga memainkan peran penting. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan di mana diet ekstrem atau perilaku makan tidak sehat dianggap normal memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan gangguan makan. Selain itu, dinamika keluarga yang tidak harmonis atau tekanan tinggi dari orang tua untuk mencapai prestasi tertentu dapat memperburuk masalah ini.

PAFI telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab gangguan makan yang sering terjadi pada anak. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gangguan makan serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Obat antidepresan
Obat antidepresan, terutama dari kelas Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs), sering diresepkan untuk anak-anak yang mengalami gangguan makan, terutama bulimia nervosa dan binge eating disorder. Contoh SSRIs yang sering digunakan seperti fluoxetine. Obat ini terbukti efektif dalam mengurangi gejala bulimia dan binge eating disorder. 

2. Obat antikonvulsan
Salah satu obat antikonvulsan adalah topiramat. Obat ini telah digunakan untuk mengobati binge eating disorder dan dapat membantu dalam pengendalian impuls serta mengurangi frekuensi episode makan berlebihan.

3. Obat antipsikotik tipikal
Olanzapine adalah obat yang juga diresepkan oleh apoteker untuk anak-anak dengan pengidap anoreksia nervosa. Olanzapine dapat membantu meningkatkan berat badan dan mengurangi pikiran obsesif tentang makanan dan berat badan.

4. Lisdexamfetamine
Obat ini disetujui oleh FDA untuk pengobatan binge eating disorder pada anak-anak dan remaja. Lisdexamfetamine dapat membantu dalam mengendalikan keinginan untuk makan berlebihan.
Pewarta :
Editor : PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2025