Makassar (ANTARA) - Pimpinan Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar Dr KH Alifuddin Harisah LC, M.Ag mengatakan setelah sebulan menjalani puasa pada bulan suci Ramadhan, hendaknya umat muslim memiliki empat ciri orang beruntung.
"Latihan menahan diri selama sebulan itu, maka diharapkan kita memiliki empat ciri orang beruntung seperti yang diajarkan Rasulullah SAW," kata Alifuddin di Makassar, Senin, menanggapi hikmah dari puasa Ramadhan.
Keempat ciri orang beruntung itu, lanjut dia, pertama dengan senantiasa mengingat dosa-dosa yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak disengaja, sehingga selalu merasa takut akan kemurkaan Allah SWT dengan terus memperbaiki diri dan memperbanyak istighfar.
Ciri kedua, senantiasa melupakan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan dan terus memotivasi diri untuk menambah kebaikan, namun tetap menghindarkan diri dari riya atau ingin dipuji.
Sedang ciri ketiga, lanjut Alifuddin, senantiasa melihat ke atas dalam hal ibadah dan agama dengan mencontoh orang-orang yang lebih saleh.
Sementara ciri keempat adalah senantiasa melihat ke bawah dalam hal keduniawian dengan melihat masih banyak orang-orang yang lebih susah, sehingga banyak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
"Karena itu, setelah Ramadhan ini menjadi titik balik memulai perjalanan kehidupan kita," katanya.
Pimpinan Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar ini juga mengingatkan agar umat muslim selalu menjadikan Nabi Muhammad SAW dan orang-orang saleh di sekitarnya sebagai panutan dan penuntun dalam menjalani kehidupan.