Rabu, 20 September 2017

Pesepeda Luar Sulsel Ikuti "Mountain Bike Malino"

id pesepeda
Malino (Antara Sulsel) - Sejumlah pesepeda dari Jakarta, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara ikut dalam lomba sepeda gunung (mountain bike) dalam rangkaian "Beautiful Malino" di Kabupaten Gowa, Sulsel, 14-15 Juli 2017, .

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan usai pelepasan lomba sepeda gunung itu di kawasan pucak Malino, Sabtu, mengatakan, kegiatan pariwisata "Beautiful Malino" dilaksanakan selama dua hari penuh dengan memaksimalkan semua sumber daya alam Malino.

"Banyak hal tentang keindahan alam Malino ini yang belum kita eksplore. Makanya, melalui kegiatan beautiful Malino ini, kita harapkan bisa menjadi agenda wisata nasional dan internasional di masa mendatang," katanya.

Pada saat pelepasan itu, ia mengucapkan banyak terima kasih kepada para pesepeda yang ikut berpartisipasi dalam agenda pariwisata itu khususnya yang berasal dari luar Sulawesi Selatan.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Gowamengucapkan terima kasih kepada para peserta balap sepeda gunung yang sudah datang dan ikut berpartisipasi dalam Beautiful Malino ini. Semoga ini menjadi tantangan baru bagi para pebalap untuk semuanya," ujarnya.

Berdasarkan data dari panitia penyelenggara, jumlah peserta balap sepeda gunung yang mengikuti ajang pariwisata tahunan itu yakni sebanyak 230 orang.

Adapun rute dari lomba balap sepeda itu, menurut panitia penyelenggara sedikit lebih terjal karena dipenuhi dengan bebatuan yang mengambil garis start di puncak Lembanna dan berakhir di hutan Pinus yang berjarak lebih dari 20 kilometer (km).

"Rutenya itu dari puncak ke hutan Pinus. Jaraknya itu lebih dari 20 kilometer dan medannya sedikit terjal karena penuh bebatuan di sekitar gunung," terangnya.

Mantan anggota DPRD Sulsel dua periode itu juga mengaku jika banyaknya animo pesepeda yang ingin ambil bagian dalam balap sepeda karena melihat rutenya yang sedikit lebih menantang.

Bukan cuma itu, suasana sejuk di Malino yang berkabut dan sangat dingin itu juga menjadi daya tarik bagi para pesepeda untuk terus bergerak karena cuacanya yang sangat dingin.

Editor: Laode Masrafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga