Sabtu, 23 September 2017

Unhas-Monash Universty Workshop Penulisan Jurnal Internasional

id unhas, junaedi muhidong, wakil rektor bidang akademik unhas, kerjasama penulisan jurnal internasional dengan monash university
Unhas-Monash Universty Workshop Penulisan Jurnal Internasional
Logo Unhas (Dokumentasi)
Kerja sama Unhas dan Australia, khususnya Monash University, sudah berlangsung lama. Kita menyadari bahwa kapasitas yang kita miliki perlu dikolaborasikan dengan mitra-mitra luar negeri. Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri
Makassar (Antara Sulsel) - Universitas Hasanuddin dan Monash University menyelenggarakan "Unhas-Monash Publication Strengthening Workshop for Eastern Indonesia" di Ruang Rapat GB II, Lantai 2 Sekolah Pasca Sarjana Unhas, Makassar, Selasa.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Hasanuddin, Prof Dr Ir Junaedi Muhidong, MP di Makassar, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya Untuk memperkuat publikasi internasional bagi akademisi dan dosen-dosen di Kawasan Timur Indonesia.

"Kerja sama Unhas dan Australia, khususnya Monash University, sudah berlangsung lama. Kita menyadari bahwa kapasitas yang kita miliki perlu dikolaborasikan dengan mitra-mitra luar negeri. Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri," ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 35 dosen dari Unhas dan beberapa universitas di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Turut hadir pada acara pembukaan yakni Wakil Konsul Konsulat Jenderal Australia di Makassar, Ms Violet Rish.

Selain itu, hadir pula tiga orang professor dari Monash University hadir dan menjadi fasilitator yaitu Dr Max Richter, Dr Richard Chauvel, dan Dr Matthew Piscioneri.

Dirinya mewakili Unhas juga menyambut baik kerja sama Unhas dan Monash University ini serta menyampaikan terima kasih atas kesediaan rekan-rekan dari Monash untuk meluangkan waktu dan menjadi fasilitator dalam workshop ini.

"Jadi jangan lagi meneliti sendiri, menulis sendiri, menilai dan mereview sendiri, kemudian dipublikasikan sendiri. Kita harus kolaborasi,"lanjut Prof Junaedi.

Sementara itu, Wakil Konsul Konsulat Jenderal Australian di Makassar, Ms Violet Rish, mengatakan kekagumannya pada begitu tingginya minat dan daya tarik peneliti-peneliti Australia tentang Indonesia.

"Kantor kami di Makassar mengkoordinasikan 11 propinsi di Kawasan Timur Indonesia. Sudah setahun saya ditempatkan disini. Pertama kali bekerja, saya terkejut dengan banyaknya dosen dari Australia yang datang untuk penelitian," cerita Rish dalam sambutannya.

Peneliti-peneliti Australia dan Indonesia, khususnya Unhas, telah kolaborasi untuk banyak bidang penelitian.

"Ada penelitian yang terkait dengan energi terbarukan, penelitian Goa Pra Sejarah di Leang-leang, Kab. Maros, dan lain-lain," papar Rish.

Workshop yang akan berlangsung selama dua hari (hingga tanggal 13 September 2017) ini diikuti oleh peserta dari beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian, antara lain dari Universitas Cenderawasih, Papua, dan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Makassar.    

Editor: Amirullah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga