Makassar (ANTARA News) - DPRD Makassar menyoroti menurunnya kinerja tiga perusahaan daerah, yakni PD Makassar Raya, PD Parkir dan PD Rumah Pemotongan Hewan, selama tahun 2009.

Juru bicara Fraksi PKS Iqbal Abdul Djalil di Makassar, Selasa, mengatakan, ketiga perusda tersebut memberikan kontribusi terendah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Makassar.

"Kinerja Perusda Kota Makassar kurang maksimal, sehingga membuat kami kembali mempertanyakan penyetaraan modal yang telah dialokasikan pada APBD 2009," katanya.

Menurutnya, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kinerja BUMD di Makassar nyaris semuanya tidak menunjukkan adanya peningkatan bahkan mengalami kemunduran.

Hal tersebut dapat terlihat dari kondisi saat ini yang menunjukkan hasil pengelolaan kekayaan daerah tidak sebanding dengan nilai investasi.

Menurut dia, dari total penyetoran modal pemerintah per 31 Desember 2010 sebesar Rp.329.375.309.949,15 , realisasi bagi hasil TA 2009 hanya Rp.276.742.541 juta atau 0,8 persen dari total investasi. Hal itu lebih rendah dibanding capaian TA 2007 sebesar 0,14 persen dari total investasi.

"Belum ada upaya serius untuk membenahi kinerja perusda-perusda ini. Dari pandangan kami kondisi ini tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Jangan sampai timbul kesan di masyarakat pemerintah sengaja mendesain Perusda berkinerja rendah bebas beroperasi tanpa tuntutan kineja," katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala PD Parkir Kota Makassar, Ariyanto Dammar, mengatakan, yang dilakukan selama ini telah maksimal dan kinerja Perusda yang dipimpinnya telah melakukan banyak terobosan demi tercapainya PAD Kota Makassar sesuai target.

"Kami sudah lakukan yang terbaik, begitu pula terobosan-terobosan telah kami jalankan untuk peningkatan PAD," katanya.

Kendati begitu, ia mengakui pihaknya masih menemui banyak kendala dalam implementasi di lapangan sehingga mempengaruhi jumlah pendapatan. Menurutnya, kritikan DPRD akan dijadikan bahan masukan untuk evaluasi program kerja 2010 ini. (T.KR-AAT/F003)