Mamuju (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik akan segera melakukan sensus hewan ternak yang akan dilakukan mulai tahun 2011 di semua wilayah Indonesia termasuk di Provinsi Sulawesi Barat.

Kepala BPS Pusat, Dr.Rusman Heriawan, di Mamuju, Rabu, mengatakan, pelaksanaan sensus ternak sapi ini dimaksudkan untuk mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka mencapai visi swasembada daging secara nasional tahun 2014 mendatang.

"Kegiatan sensus ternak sapi ini adalah hal yang pertama kalinya dilakukan setelah selama ini BPS hanya menerapkan pelaksanaan sensus penduduk yang digelar sekali dalam 10 tahun," katanya.

Ia mengatakan, pelaksanaan pembangunan ini membutuhkan basis data yang akurat sehingga oleh Kementan menghendaki BPS melakukan sensus ternak di seluruh Indonesia untuk mengetahui perkembangan populasi ternak di Indonesia.

"Hasil sensus ternak sapi ini akan memudahkan pemerintah dalam me-'monitoring' perkembangan populasi ternak di salah satu daerah. Hasil data ini juga akan sangat membantu pemerintah dalam rangka menyusun program kerja setiap tahunnya," paparnya.

Rusman Heriawan mengatakan pihak BPS akan membantu sensus ini karena sangat penting dalam menentukan informasi kemampuan swadaya daging Indonesia untuk ketahanan pangan.

Dia menerangkan, sensus ternak sepertinya akan lebih mudah dilakukan dibanding melaksanakan pencacahan penduduk, meskipun sensus hewan ternak ini yang didata adalah manusianya (peternak.red).

"Kegiatan ini akan didanai Kementan yang akan dilaksanakan oleh petugas pencacah ternak yang akan mulai melaksanakan kegiatan di tahun ini. Saya belum bisa memastikan kapan waktunya akan dimulai, namun pastinya tahun ini kami telah melakukannya di semua wilayah Indonesia,"ungkap dia.

Ia mengatakan, bukan hanya ternak sapi yang akan di sensus, namun ternak lain pun juga akan dilakukan pendataan.

"Komitmen pemerintah pusat untuk mendukung program swasembada daging sangat tinggi. Terbukti, pencacahan ternak ini akan segera dimulai di tahun ini guna mengukur pencapaian populasi ternak di Indonesia,"paparnya. (T.KR-ACO/Y006)