BNPT: 10 Website Radikal Muncul per Hari
Rabu, 28 Mei 2014 20:34 WIB
Makassar (ANTARA Sulsel) - Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan, rata-rata 10 website yang isinya radikal muncul per hari di dunia.
"Anak-anak muda senang dengan website radikal. Dengan laju perkembangan website radikal itu, satu saja sulit ditangani," kata Agus pada ToT Fasilitator Dialog Pencegahan Terorisme BNPT di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, selain terpaan upaya pengenalan radikalisme melalui website, juga dapat melalui buku-buku dan media massa.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, sedang dibuat nota kesepahaman (MoU) dengan media menggandeng Dewan Pers untuk membuat progran nasional untuk ToT bagi pelaku media.
"Karena itu untuk lima kali kegiatan ini melibatkan media massa dengan membuat ToT," katanya.
Dia mengatakan, untuk pencegahan terorisme telah terbentuk FKPT di 10 provinsi dan ini akan digandakan. Selain itu, terus mengawasi dan menginventarisasi para napi kasus terorisme yang sudah keluar dari lapas.
Menurut dia, dalam menjalankan tugas dan fungsinya FKPT bekerja sama dengan Kesbangpol di masing-masing daerah.
"Semua harus bersinergi untuk mencegah terorisme dan radikalisme di masyarakat yang mungkin berawal dari konflik sosial atau konflik komunal," katanya. T Susilo
"Anak-anak muda senang dengan website radikal. Dengan laju perkembangan website radikal itu, satu saja sulit ditangani," kata Agus pada ToT Fasilitator Dialog Pencegahan Terorisme BNPT di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, selain terpaan upaya pengenalan radikalisme melalui website, juga dapat melalui buku-buku dan media massa.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, sedang dibuat nota kesepahaman (MoU) dengan media menggandeng Dewan Pers untuk membuat progran nasional untuk ToT bagi pelaku media.
"Karena itu untuk lima kali kegiatan ini melibatkan media massa dengan membuat ToT," katanya.
Dia mengatakan, untuk pencegahan terorisme telah terbentuk FKPT di 10 provinsi dan ini akan digandakan. Selain itu, terus mengawasi dan menginventarisasi para napi kasus terorisme yang sudah keluar dari lapas.
Menurut dia, dalam menjalankan tugas dan fungsinya FKPT bekerja sama dengan Kesbangpol di masing-masing daerah.
"Semua harus bersinergi untuk mencegah terorisme dan radikalisme di masyarakat yang mungkin berawal dari konflik sosial atau konflik komunal," katanya. T Susilo
Pewarta : Suriani Mappong
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
112 anak teradikalisasi di ruang dgital lewat "game online" dan media sosial
31 December 2025 7:19 WIB
Puluhan eks Napiter dilatih menjadi teknisi AC di BBPPkS Regional V Makassar
21 January 2025 20:17 WIB, 2025
BNPT, Imipas, dan Densus 88 mempererat kolaborasi deradikalisasi di lapas
13 January 2025 12:59 WIB, 2025
Menhan dan Kepala BNPT membahas strategi perkuat pencegahan terorisme
09 January 2025 9:17 WIB, 2025
Kapolri apresiasi upaya BNPT dan Densus 88 Antiteror merangkul eks-Jamaah Islamiyah
22 December 2024 7:36 WIB, 2024
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Ramai antrean di SPBU, Polda Sulsel bekuk 17 tersangka penimbunan BBM subsidi
14 September 2026 13:39 WIB