DPRD Sulsel sikapi aspirasi pengemudi Go-Jek Makassar

id syaharuddin alrif,wakil ketua dprd sulsel,sikapi aspirasi pengemudi go-jek

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif saat menerima aspirasi seratusan pengemudi Go-Jek di kantor DPRD Sulsel, Makassar, Rabu (29/8) (ANTARA FOTO/M Darwin Fatir/18)

Saya janjikan akan memfasilitasi teman-teman driver untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya. Kami mediasi dengan memanggil pihak terkait
Makassar (Antaranews Sulsel) - Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif menyikapi aspirasi yang disampaikan pengemudi transportasi daring (online) Go-Jek terkait persoalan penurunan poin serta "suspend" atau pencabutan akun puluhan driver tanpa sebab jelas.

"Saya janjikan akan memfasilitasi teman-teman driver untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya. Kami mediasi dengan memanggil pihak terkait," ucap Sahar saat menerima aspirasi seratusan pengemudi Go-Jek di kantor DPRD Sulsel, Makassar, Rabu.

Selain memanggil aplikator Go-Jek Indonesia, pihaknya juga melayangkan undangan kepada Dinas Perhubungan Provisi Sulsel sebagai penanggungjawab regulasi dan Dinas Tenaga Kerja sehubungan dengan status kemitraan termasuk Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) serta perwakilan aliansi driver.

"Sudah kita buatkan surat undangan kepada yang berkaitan dengan masalah ini. Kita teruskan ke pimpinan untuk dilaksanakan Rapat Dengar Pendapat pada hari Kamis, 30 Agustus dengan mengundang semua pihak terkait," paparnya kepada wartawan usai menerima aspirasi.

Perwakilan Driver Go-Jek sekaligus juru bicara, Abdul Aziz pada kesempatan itu mengatakan terima kasih atas penerimaan aspirasi mereka yang selama ini tidak tahu harus mengadu dan mencari keadilan, mengingat ini masalah mata pencaharian.

"Mudah-mudahan aksi kami hari ini bisa berbentuk nyata, sebab kebijakan yang dijalankan aplikator jelas mulai mematikan kami secara perlahan, ada banyak teman kami yang di suspend tanpa alasan jelas," tuturnya.

Dirinya mengungkapkan dengan kebijakan baru Go-Jek ada penurunan poin untuk orderan Go-Food. Penurunan poin tersebut dinilai memberatkan. Dalam sehari mesti mencari 30 poin, sementara untuk satu pesanan go food hanya 1,5 poin dari sebelumnya dua poin.

Untuk target 30 poin, sebutnya, dari order pesanan tersebut mendapatkan Rp 200 ribu, 25 poin Rp55 ribu, kemudian 20 poin senilai Rp40 ribu, 12 poin sebesar Rp25 ribu, dan tujuh poin hanya dinilai Rp10 ribu.

Tidak hanya itu, orderan Go-food terus mengalami penurunan dari sebelumnya dan semakin berkurang, bahkan perusahaan aplikator sebelah juga menawarkan promo yang lebih sehingga menjadi beban para driver.

Selain pengurangan poin Go-food, pencabutan akun atau suspend sepihak dilakukan aplikator Go-Jek tanpa ada pemberitahuan ataupun kejelasan pelanggaran dari driver.

"Ada ratusan rekan kami di suspend tanpa ada konfirmasi dan alasan dari pihak manajemen Go-Jek. Kami berharap pihak perusahaan dan perwakilan rakyat mau memikirkan nasib kami, sebab pekerjaan ini sudah menjadi mata pencaharian kami," harapnya.

Sebelumnya, seratusan pengemudi Go-Jek tersebut melakukan aksi di kantor Go-Jek jalan Sultan Alauddin menuntut perbaikan kesejahteraan selanjutnya ke kantor DPRD Makassar dan DPRD Sulsel.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar