Logo Header Antaranews Makassar

TPID Sulawesi Selatan diminta terarah dan sistematis

Jumat, 29 Maret 2019 14:58 WIB
Image Print
Kepala Disperindag Sulsel Hadi Basalama di Makassar, Jumat (29/3/2019). ANTARA Foto/S Mappong

Makassar (ANTARA) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Hadi Basalamah meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat memiliki kinerja dengan agenda-agenda yang terarah dan sistematis dalam mengawasi harga kebutuhan pokok masyarakat.

"Sesuai peran dan fungsi TPID sebagai pengedalian inflasi, Gubernur Sulsel dalam pengarahannya meminta TPID Sulsel harus memiliki performance dengan agenda-agenda yang terarah dan sistematis," katanya.

Dia menggambarkan, arahan itu akan terpantau mulai proses perencanaan, produksi, distribusi sampai penanganan harga di pasar.

Hasil dari kinerja TPID tersebut sudah dapat dilihat hasilnya pada 2018 yakni mampu mengendalikan inflasi yang tercatat 3,5 persen.

"Inflasi Sulsel pada 2018 berada pada angka yang moderat yakni 3,5 persen, artinya tingkat inflasi itu tidak tinggi dan juga tidak rendah," ujarnya.

Dalam meningkatkan kinerja itu, lanjut dia, pada 2019, TPID Sulsel melakukan proyeksi dan sejumlah pembenahan termasuk menghadapi Ramadhan dan Lebaran dalam waktu dekat ini.

Bahkan dalam pemantauan harga kebutuhan pokok di lapangan, TPID Kota Makassar sudah melakukan inovasi dengan menggunakan telepon pintar, sehingga lebih mudah memantau harga sembako di pasaran per hari.

Sebagai contoh, harga minyak goreng di pasar tradisional saat ini rata-rata Rp11.500 per kilogram dan gula pasir Rp12 ribu per kg, sementara beras medium Rp7.000 hingga Rp8.000 per kg.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026