Pertemuan Dewan Eksekutif OANA digelar di Vietnam

id OANA,Dewan Eksekutif,Informasi palsu

Dewan Eksekutif OANA. (Anadolu Agency)

"Jadi, pers bukan hanya saling bersaing satu lain, tapi juga bersaing secara tidak adil dengan pembaca tradisional mereka sendiri yang menggunakan landasan jaringan sosial untuk memperoleh perolehan informasi," ia menambahkan.
Ankara (ANTARA) - Pertemuan Ke-44 Dewan Eksekutif Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) digelar di Ibu Kota Vietnam, Hanoi, pada Jumat.

Wakil Direktur Kantor Berita Turki, Anadolu, Mustafa Ozkaya, dan Direktur Pemasaran dan Penjualan Yilmaz Yaman juga menghadiri pertemuan OANA sebagai anggota dan wakil presiden.

"Kami ingin menjadi tuan rumah Dewan Direktur Pertemuan OANA pada 2020, ketika Kantor Berita Anadolu merayakan ulang tahun ke-100," kata Ozkaya dalam pertemuan tersebut.

"Dewan Direktur OANA, yang terdiri atas 44 kantor berita dari 35 negara anggota, menyatakan bahwa mereka ingin memperoleh keuntungan lebih besar dari pengalaman Kantor Berita Anadolu dalam organisasi internasional, pembangunan, teknologi dan aplikasi media baru," tambah Ozkaya, sebagaimana dikutip Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam.

Pertemuan tersebut, yang tahun ini dituan-rumahi oleh Kantor Berita Vietnam (VNA) dengan tema "Untuk Jurnalisme inovatif dan profesional", dijadwalkan dipusatkan pada tiga topik: Strategi untuk menanggapi perubahan dalam penggunaan informasi yang berorientasi ke arah klip video, berita palsu dan pemeriksaan fakta, dan memperoleh kembali kepercayaan bagi berita arus utama.

Di dalam pidato pembukaannya, Direktur Jenderal VNA Nguyen Duc Loi mengatakan rakyat menggunakan Internet bukan hanya untuk berkomunikasi tapi juga untuk menyediakan informasi dalam "persaingan sengit" dengan berita arus utama.

"Jadi, pers bukan hanya saling bersaing satu lain, tapi juga bersaing secara tidak adil dengan pembaca tradisional mereka sendiri yang menggunakan landasan jaringan sosial untuk memperoleh perolehan informasi," ia menambahkan.

Ia menggaris-bawahi banyak pengguna mengedarkan isi yang belum diperiksa di media sosial untuk menyebarkan "jumlah informasi yang subjektif dan belum diperiksa secara tanpa batas dengan hanya satu klik, sebagian isi negatif mengenai cara memperoleh keuntungan dan mengakibatkan kekacauan sosial", Sementara itu perusahaan pers arus utama harus bekerja keras untuk mengumpulkan dan mengabsahkan informasi yang mereka siarkan.

Ia menekankan bahwa keberadaan secara bersama informasi nyata dan palsu di seluruh landasan komunikasi telah membuat masyarakat kehilangan kepercayaan pada berita arus utama. Ia menambahkan kantor berita anggota OANA telah mengubah diri mereka untuk menyiarkan informasi yang diabsahkan secara lebih baik dan menghadirkan berita "yang manusiawi serta akurat" buat lembaga pers dan pembaca.

Sumber: Anadolu Agency
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar