Logo Header Antaranews Makassar

DPD Anggap Program Gernas Kakao Sulbar Gagal

Senin, 24 Januari 2011 04:03 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, anggap program Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao (Gernas Pro Kakao) yang terlaksana di wilayah provinsi Sulawesi Barat, dinyatakan gagal karena tidak mengakomodasi seluruh kepentingan petani coklat.

"Program Gernas Pro Kakao yang dilaksanakan sejak 2008 silam hingga akhir 2010 dengan menghabiskan anggaran bernilai triliunan rupiah mengecewakan karena sistem pemberian bantuan yang dilakukan para pejabat di lima kabupaten di Sulbar dilakukan dengen menganut sistem pendekatan politik,"kata Muhammad Asri Anas di Mamuju, Minggu.

Menurut dia, penilaian gagalnya program gernas kakao di Sulbar berdasarkan hasil evaluasi para anggota DPD RI saat melakukan reses di lima kabupaten di Sulbar.

Dalam masa reses yang dilakukan di penghujung tahun 2010 lalu kata Asri, umumnya petani banyak yang mengeluhkan sistem distribusi bantuan gernas pro kakao yang dianggap tidak pro rakyat.

"Pemprov Sulbar harus melakukan evaluasi program gernas ini dengan cara turun ke masyarakat guna mengetahui apakah bantuan yang diberikan telah sampai ke tangan petani dan jangan hanya melihat data-data diatas kertas,"jelasnya.

Asri mengemukakan, sangat memiriskan hati karena kebanyakan bantuan gernas kakao ini disalurkan dengan menganut sistem pendekatan politik.

"Penyaluran bantuan gernas kakao tak boleh dikaitkan dengan politik dan harus mengakomodasi seluruh kepentingan petani,"ucapnya.

Mestinya kata dia, pemprov Sulbar dan pemerintah kabupaten melakukan pemetaan jumlah petani kakao yang telah diberikan bantuan karena dikhawatirkan bantuan gernas kakao ini tidak jatuh ketangan petani tetapi dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Banyak petani kakao di Sulbar termasuk di Mamuju sudah tidak bersemangat mengembangkan kakao karena tanaman mereka terserang hama penggerek kakao tanpa ada tindakan nyata dari pemerintah untuk mengatasi masalah pelik yang dirasakan petani,"paparnya.

Ia menambahkan, jika pemprov tidak segera melakukan evaluasi program gernas, maka target untuk meningkatkan produksi dan mutu akan tinggal menjadi mimpi.

Sebelumnya, Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, mengultimatum jajarannya untuk tidak main-main dengan program Gernas pro kakao.

"Program gernas tidak boleh gagal apalagi jika ada pejabat yang melakukan korupsi anggaran gernas maka saya akan donjobkan,"kata Anwar.

Adnan mengaku sangat kecewa, jika ada pejabat, khususnya pada Dinas Perkebunan di lima kabupaten penghasil kakao di Sulbar yakni Mamuju, Majene, Mamasa, Polman, dan Mamuju Utara berani melakukan upaya korupsi gernas.

Adnan mengingatkan untuk menjadikan program tersebut sebagai proyek percontohan nasional, ditempuh dengan penuh perjuangan dan kerja keras. Apalagi sekarang, kakao telah menjadi ikon daerah Sulbar. (T.KR-ACO/S006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026