Logo Header Antaranews Makassar

DPRD Kepri Belajar Pendidikan Gratis Sulsel

Jumat, 11 Maret 2011 13:26 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 14 anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kepulauan Riau kunjungan kerja untuk belajar penyelenggaraan pendidikan gratis di Sulawesi Selatan dan siap mengadopsi program tersbeut.

Rombongan legislator Kepri dipimpin Wakil Ketua Ing Iskandar diterima DPRD Sulsel yang dipimpin Wakil Ketua Komisi E, Andi Mustaman di Makassar, Jumat.

Iskandar mengatakan di Kepri anggaran pendidikan gratis cuma diberikan kepada anak-anak yang tidak mampu, untuk semua jenjang pendidikan.

Sementara di Sulsel, pemerintah provinsi menggratiskan 14 item pendidikan untuk tingkat SD dan STLP.

"Di Kepri kita baru berikan insentif kepada guru-guru, murid-murid tidak mampu kita biayai. Kami ingin mengadopsi perda disini yang mengatur tentang pendidikan gratis," katanya.

Anggota DPRD Kepri, Hanafi Ekra, mempertanyakan apakah pendidikan gratis Sulsel bukan politik semata, sebab membiayai semua kalangan termasuk orang kaya.

Kepri sendiri, lanjutnya, baru mengeluarkan Rp189 miliar untuk sektor pendidikan dari total APBD 2011 hampir Rp2 triliun.

Sementara, Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Usman Lonta mengatakan, pendidikan gratis Sulsel bukan semata-mata untuk mencegah anak putus sekolah.

"Yang tidak kalah penting adalah ada peningkatan mutu sekolah, dengan beberapa instrumen yang sudah ditetapkan," ucapnya.

Ia juga menyebut anggaran pendidikan Sulsel belum cukup dengan standar yang ditetapkan organisasi pendidikan dunia (Unicef) yakni Rp1.070.000 untuk setiap anak SD per tahun.

"Kalau mau sempurna pendidikan kita, maka kekurangannya ditanggung masyarakat melalui komite sekolah," ucapnya.

Politisi PAN ini mengemukakan, pemerintah harus berani mengeluarkan anggaran besar untuk pendidikan jika negara ini tidak ingin tertinggal dengan negara lain. (T.KR-AAT/S016)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026