
Disnakertrans Sinergikan Program Perlindungan Anak dengan Disdik

Ambon (ANTARA News) - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Jery Uweubun, mengatakan pihaknya akan mensinergikan program penanganan dan perlindungan anak dengan dinas pendidikan setempat dalam rangka mengatasi masalah pekerja anak.
"Ada beberapa program yang harus kami buat terutama di lingkup dunia usaha yang mempekerjakan anak. Sedangkan penanganan dari aspek pendidikan akan kami sinergikan dengan dinas pendidikan," kata Jery Uweubun kepada ANTARA di Ambon, Selasa.
Ia mengatakan, langkah tersebut merupakan tindaklanjut dari kerja sama dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) "Education and Training Skills" (EAST) Perwakilan Maluku yang menangani masalah pekerja anak dan putus sekolah di daerah ini.
Dinas Nakertrans sendiri, kata dia, akan mengkaji data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku beberapa waktu lalu bahwa sebanyak 20.060 anak di daerah ini bekerja. Dari angka itu 11.679 orang diantaranya bekerja lebih dari 15-35 jam per minggu.
"Kami akan tertibkan antara pekerjaan yang di upah dan yang tidak. Selain itu ada sektor-sektor yang boleh "disentuh" oleh anak-anak dan yang harus dihindari," katanya.
Penanganan dan perlindungan anak itu, menurut Uweubun, rencananya akan diatur dalam satu peraturan gubernur. Namun belum dapat dipastikan kapan peraturan itu akan diterbitkan.
"Sebetulnya peraturan itu sudah diterbitkan beberapa waktu lalu. Namun atas pertimbangan lain, dibuatlah rencana aksi untuk lima tahun, 2011 - 2016 dengan ILO EAST Perwakilan Maluku dan instansi terkait yang memiliki program penanganan anak untuk mengatasi Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak (BPTA)," katanya.
Pada 26 - 28 April lalu, telah dibuat rancangan program Komite Aksi Provinsi Penghapusan BPTA antara dinas-dinas terkait, ILO dan LSM yang menangani masalah anak dan diserahkan kepada Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu.
Berdasarkan UU nomor 1 tahun 2000, bentuk pekerjaan terburuk bagi anak diantaranya yang dilacurkan, bekerja di pertambangan, perkebunan, sebagai penyelam mutiara dan pembantu rumah tangga.
Koordinator Program Provinsi ILO EAST Perwakilan Maluku, Lucky Lumingkewas mengatakan, anak yang menjadi PSK atau bekerja di tempat-tempat hiburan malam sudah dijumpai di Kota Ambon. Sedangkan di Kabupaten Buru, anak-anak bekerja di sektor perkebunan dengan menjadi penyuling minyak kayu putih atau membantu proses penyulingan.
Sementara di Kabupaten Aru yang terkenal sebagai penghasil mutiara, anak-anak banyak yang bekerja menjadi penyelam komoditi tersebut untuk meringankan ekonomi keluarga. (T.KR-RMY/R010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
