
PBI cegah 150 ton botol plastik masuk ke laut

Makassar (ANTARA) - Country Manager Plastic Bank Indonesia (PBI) Paola Cortese mengatakan sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam menjaga kebersihan laut, PBI bersama mitranya dapat mencegah sekitar 150 ton sampah botol plastik masuk ke laut.
“Kami senang dapat menjadi bagian dari inisiatif ini untuk mencegah masuknya sampah plastik ke lautan, sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan para pekerja sampah," kata Paola pada media gathering bertema "Plastic Reborn 3.0 Perkuat Ekosistem Pengelolaan Sampah" secara virtual yang diikuti peserta Makassar, Lombok dan Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan melalui Program Plastic Reborn 3.0, pihaknya menggunakan bisnis untuk meningkatkan literasi daur ulang para pemulung dan pengepul yang tersebar di delapan titik tempat pengumpulan sampah dan sekitarnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga memberikan inklusi keuangan, transparansi, dan kemudahan pelacakan melalui platform "blockchain" yaitu Alchemy™ sambil mengukur dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi yang ditimbulkan.
Hal senada dikemukakan CEO dan Founder MallSampah di Makassar, Adi Saifullah Putra.
Menurut dia, pihaknya kini kembali terpilih dalam program Plastic Reborn. Untuk mendukung ekosistem pengelolaan sampah di lapangan, pihaknya telah membekali sejumlah pemulung dan pengepul dengan aplikasi yang dapat memperlancar proses pengumpulan sampah.
Dengan aplikasi yang dapat diunduh lewat telepon seluler ini, pengguna dapat memilih pesanan yang akan diambil dan mencatat semua kegiatan, penjualan serta pendapatan mereka ke dalam sistem.
"Aplikasi ini juga mengintegrasikan pembayaran elektronik meliputi sistem top up untuk para pengumpul sampah," katanya.
Selain mencatat rincian botol plastik PET yang dikumpulkan pemulung, aplikasi ini juga dapat menghubungkan pembeli dengan pendaur ulang.
Melalui inisiatif ini, aplikasi MallSampah berupaya untuk mengenalkan transparansi dan kemudahan dalam melakukan pelacakan proses daur ulang. Hal ini sejalan dengan misi lembaga yang dibentuk generasi milenial yang bertujuan mendigitalisasi sektor informal.

Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
