
NTP Sulsel Naik 0,34 Persen

Makassar (ANTARA News) - Nilai Tukar Petani di Sulawesi Selatan mengalami kenaikan 0,34 persen sepanjang Oktober 2011 dibanding September tahun yang sama.
Data yang dilansir Badan Pusat Statistik Sulsel di Makassar, Selasa, menunjukkan, NTP pada Oktober 108,19 dibanding NTP September yang hanya 107,82.
Dari lima subsektor yang mempengaruhi NTP Sulsel, hanya subsektor perikanan yang mengalami penurunan 0,01 persen menjadi 112,40 pada Oktober.
Subsektor tanaman padi dan palawija paling banyak mengalami kenaikan dalam satu bulan yakni 0,68 persen menjadi 110,96, disusul Subsektor peternakan yang bertambah 0,42 persen menjadi 98,17.
Sedangkan, subsektor hortikultura juga mengalami kenaikan 0,12 persen menjadi 103,33 serta subsektor tanaman perkebunan rakyat yang naik tipis 0,01 persen menjadi 108,36.
Selain itu, indeks harga yang diterima petani (It) juga naik 0,16 persen dari 144,38 pada September menjadi 144,61 pada Oktober.
Kenaikan It hanya terjadi pada subsektor tanaman padi dan palawija 0,45 persen dan subsektor peternakan 0,24 persen, sedangkan tiga subsektor lainnya turun yakni hortikultura turun 0,16 persen, tanaman perkebunan rakyat turun 0,13 persen, serta perikanan turun 0,04 persen.
Sementara, indeks harga yang dibayar petani (Ib) mangalami penurunan 0,18 persen dari September 133,91 menjadi 133,67 pada Oktober.
Penurunan terbesar Ib terjadi pada subsektor hortikultura yang turun 0,27 persen, diikuti tanaman padi dan palawi yang turun 0,22 persen, peternakan 0,18 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,14 persen, dan perikanan 0,03 persen.
Peringkat NTP Sulsel pada Oktober 2011 tetap pada posisi lima nasional dibawah, Lampung diperingkat pertama dengan NTP 123,67, diikuti Yogyakarta 116,77, Sumatera Selatan 109,50, dan Kalimantan Selatan 109,31.
(T.pso-099/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
