Logo Header Antaranews Makassar

Disbun Sulbar Programkan Peremajaan Kopi Mamasa

Jumat, 1 Juni 2012 04:32 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sulawesi Barat akan memprogramkan sistem peremajaan kopi di Kabupaten Mamasa guna meningkatkan taraf ekonomian masyarakat di wilayah itu.

"Pemerintah Provinsi telah mengusulkan ke pemerintah pusat saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas) terkait rencana peremejaan kopi Mamasa," kata Kepala Bidang Perkebunan Disbun Sulbar, Tanawali di Mamuju, Kamis.

Menurutnya, peremajaan kopi Mamasa sangat penting dilaksanakan apalagi populasi komoditasi ekspor itu kian berkurang.

"Selama ini daerah Mamasa terkenal sebagai penghasil kopi. Karena itu, Pemprov Sulbar mengambil langkah kongkret dengan membuat konsep sistem peremajaan untuk pengembangan kopi di wilayah hasil pemekaran Kabupaten Polman itu,"jelasnya.

Tanawali menuturkan, jika pemerintah berhasil melaksanakan peremajaan kopi, tingkat produktivitas dan produksi petani akan mengalami peningkatan.

"Program ini harus bisa terlaksana tahun 2013. Kita berharap, usulan kegiatan program ke pusat terakomodasi sehingga program benar-benar bisa terlaksana untuk kepentingan petani kopi," harapnya.

Ia menyampaikan, selama ini petani kopi di Mamasa merasa kurang mendapat sentuhan dari pemerintah.

"Mamasa berpotensi dijadikan pusat pengembangan perkebunan kopi sesuai dengan mayoritas lahan perkebunan dan sumber mata pencaharian yang digeluti sebagian besar warga Mamasa selama ini,"ucap dia.

Potensi perkebunan kopi Mamasa sudah terlihat sejak puluhan tahun lamanya, namun belum dikembangkan secara maksimal.

"Bahkan kami khawatir potensi perkebunan kopi di Mamasa semakin lama akan berkurang dan akhirnya terganti dengan komoditas tanaman lain, sementara dengan kodisi cuaca dan alam di Sulbar, hanya Mamasa yang berpotensi besar menjadi pusat pengembangan perkebunan kopi," ungkapnya.

Pada dasarnya, kata dia, tanaman kopi juga membutuhkan peremajaan agar produktivitasnya tetap meningkat setiap kali panen.

Peremajaan tanaman kopi belum ditunjang alokasi anggaran yang memadai, berbeda dengan pada tanaman kakao yang telah menjadi program nasional dan mendapat perhatian darik aspek pendanaan. (T.KR-ACO/A013)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026