
DPR-RI : Sulbar Daerah "Uang"

Mamuju (ANTARA News) - Anggota komisi II DPR-RI, Gaffar Patappe menyebut Provinsi Sulawesi Barat tempatnya mencari uang setelah daerah pemekaran itu mengalami perkembangan pesat.
"Kalau dulu sulbar ditakuti karena sarannya penyakit malaria, kini Sulbar disenangi karena tempatnya berburu uang demikianlah adanya karena Sulbar telah maju dan berkembang pesat,"kata Gaffar Patappe saat bersama rombongan Komisi II DPR-RI berkunjung ke Mamuju, Sabtu.
Komisi II DPR-RI ke Kabupaten Mamuju ibukota Provinsi Sulbar untuk meninjau kesiapan pembentukan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) yang akan dimekarkan dari Kabupaten induknya Kabupaten Mamuju.
Komisi II DPR-RI berkunjung ke Mateng diterima Wakil Gubernur Sulbar, Aladin S Mengga dan Bupati Kabupaten Mamuju Drs Suhardi Duka, MM, dalam kunjungan mereka disambut seluruh lapisan masyarakat Mateng.
Gaffar Patappe mengatakan, Sulbar telah mengalami perkembangan pesat sejak dimekarkan dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak tahun 2004 yang lalu.
Ia mengatakan, ekonomi Sulbar tumbuh pesat mengalahkan daerah lainnya di Indonesia setelah mampu mencapai angka pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Indonesia setelah Papua dengan pertumbuhan ekonomi 11.9 persen.
Menurut dia, investasi di Sulbar terus mengalir dibidang pertanian perkebunan perkebunan perikanan sehingga Sulbar membuka lapangan kerja masyarakatnya dan hasilnya kota Mamuju yang menjadi ibukota Sulbar mengalami kemajuan pesat tidak seperti sebelumnya.
"Infrastruktur yang dimiliki Provinsi Sulbar setelah mekar dari Provinsi Sulsel karena mengalami perkembangan pesat kini memiliki bandara dan pelabuhan yang memadai yang mendukung transportasi udara masyarakat sehingga dapat cepat sampai ditujuan disamping sudah mampu mengankut hasil buminya untuk dipasarkan keluar daerah,"katanya.
Ia mengatakan, di Kota Sulbar juga telah memiliki hotel berbintang tiga, padahal waktu saya menjadi pejabat di Provinsi Sulsel, daerah Sulbar ini, sangat menakutkan dikunjungi karena tidak ada penginapan, dan jalannya rusak parah, kalaupun dulu ada penginapan itu sangat kecil karena terbuat dari kayu saja.
Menurut dia, Sulbar yang sangat tertinggal dulunya sangat ditakuti pejabat di Sulsel yang "Nakal", karena ketika dipindahkan di Sulbar akan kesulitan menjalani hidupnya karena seluruh fasilitas tidak memadai karena daerah ini daerah yang sangat terisolir kini sudah berubah dan mengalami kemajuan sehingga pejabat di Sulsel sudah banyak yang berpindah ke Sulbar secara sukarela.
"Sulbar kini tempatnya dollar, berbeda dibandingkan dulu, ini sebuah dampak positif daerah pemekaran, pemekaran yang dialami Sulbar telah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan daerahnya dan pemekaran itu telah menjadi wadah bagi masyarakatnya untuk mendorong pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat,"katanya.
Ia berharap masyarakat Sulbar telah membuktikan diri sebagai daerah yang mampu membangun daerahnya setelah dimekarkan, harus menjadi contoh daerah lainnya yang juga ingin mekar di tanah air ini, karena kalau daerah pemekaran di urus dengan baik maka hasilnya baik pula seperti Provinsi Sulbar saat ini. (T.KR-MFH/M009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
