
IPKM Sulbar Alami Peningkatan
Kamis, 5 Juli 2012 03:31 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Azis di Mamuju, Rabu mengatakan, IPKM Sulbar mencapai sekitar 69.4.
Nilai IPKM Sulbar itu mengalami peningkatan dibandingkan IPKM pada 2004 atau semenjak Sulbar menjadi provinsi baru di Indonesia sekitar 64.4.
Ia mengatakan, meski mengalami peningkatan namun IPKM yang ada di Sulbar masih tergolong rendah karena masih di bawah IPKM standar nasional.
Menurut dia, IPKM Sulbar yang memiliki lima Kabupaten di antaranya Majene, Mamuju, Polman, Mamasa dan Mamuju Utara, di bawah IPKM secara nasional yang lebih tinggi, sekitar 70.
Azis mengatakan, rendahnya IPKM Sulbar karena indikator yang mampu dipenuhi pemerintah hanya delapan indikator dari 24 indikator yang digunakan mengukur IPKM di Sulbar.
Sebanyak 24 indikator itu diantaranya tingkat prevalensi balita gizi buruk dan kurang, balita sangat pendek dan pendek, balita sangat kurus dan kurus, balita gemuk, diare, pnenomia, hipertensi, gangguan mental, asma, penyakit gigi dan mulut, disabilitas, cidera, penyakit sendi dan ISPA,
Kemudian proporsi perilaku cuci tangan, merokok tiap hari, akses air bersih, sanitasi, cakupan persalinan oleh nakes, pemeriksaan neonatal-1, imunisasi lengkap, penimbangan balita, serta ratio dokter di Puskesmas, dan ratio bidan di desa.
"Sebelum terbentuk menjadi daerah otonom baru melalui Undang- Undang Nomor 26 Tahun 2004, Sulbar adalah tertinggal dan jauh dari akses pelayanan kesehatan sehingga Sulbar masih terpuruk karena tidak mendapatkan pelayanan kesehatan maskimal," katanya.
Ia mengatakan, di Sulbar sangat banyak daerah tertinggal dan terisolasi khususnya di wilayah pegunungan Sulbar yang jauh dari sentuhan akses kesehatan dan pemerataan pelayanan kesehatan sehingga membuat pelayanan kesehatan Sulbar juga menjadi terpuruk.
Menurut dia, rendahnya IPKM Sulbar tersebut cukup berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sehingga sulit untuk lebih ditingkatkan.
Dia mengatakan, pemerintah di Sulbar sedang berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan dengan melakukan program yang menyentuh pembangunan kesehatan daerah terisolasi dan terpinggirkan dengan memaksimalkan pelayanan kesehatan agar IPKM Sulbar yang rendah dapat ditingkatkan. (T.KR-MFH/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
