
Sulbar kembangkan Labkesmas berstandar Biosafety Level 2 Plus

Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) memperkuat sistem ketahanan kesehatan daerah melalui pengembangan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) berstandar Biosafety Level 2 (BSL-2) Plus.
"Penguatan laboratorium menjadi langkah penting dalam upaya preventif. Deteksi dini sangat menentukan agar penanganan penyakit bisa dilakukan lebih cepat dan tepat," kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulbar dr Nursyamsi Rahim, di Mamuju, Kamis.
Nursyamsi menyampaikan hal itu saat mengunjungi Labkesmas Sulbar untuk melihat kesiapan pengembangan fasilitas serta mendorong optimalisasi layanan yang juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Upaya ini digerakkan oleh Dinas Kesehatan P2KB Sulbar sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan berbasis deteksi dini yang sejalan dengan visi Gubernur Sulbar," ujar Nursyamsi.
Nursyamsi menyampaikan, kapasitas laboratorium di tingkat provinsi saat ini masih terbatas, terutama dalam mendukung diagnosis penyakit secara komprehensif.
"Oleh karena itu, pengembangan labkesmas menjadi kebutuhan mendesak," katanya.
Laboratorium dengan standar BSL-2 dirancang untuk menangani agen penyakit dengan risiko sedang, termasuk pemeriksaan berbasis PCR terhadap berbagai penyakit menular.
"Sistem ini dilengkapi dengan standar keamanan hayati yang ketat," ujar Nursyamsi.
Ke depan, lanjut Nursyamsi, Labkesmas Sulbar tidak hanya berfungsi sebagai pusat surveilans, tetapi juga sebagai fasilitas skrining kesehatan masyarakat secara lebih luas.
"Ke depan kita ingin layanan laboratorium berjalan berjenjang, mulai dari puskesmas kabupaten hingga provinsi. Semua harus terhubung dan saling mendukung,” ujar Nursyamsi.
Pengembangan itu, kata dia, juga sejalan dengan arah kebijakan transformasi sistem kesehatan nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang menekankan penguatan laboratorium kesehatan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas sarana dan prasarana.
Selain untuk diagnosis penyakit menular, penguatan laboratorium PCR juga dinilai penting dalam sistem surveilans, termasuk mendeteksi potensi munculnya penyakit baru seperti flu burung maupun virus lainnya.
Labkesmas juga akan terintegrasi dalam layanan kesehatan berbasis siklus hidup, mulai dari ibu hamil, anak dan remaja, usia produktif hingga lansia, termasuk dalam penanganan penyakit menular.
"Transformasi ini memang tidak mudah. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen semua pihak. Kita harus hilangkan ego sektoral dan fokus pada kepentingan masyarakat,” kata Nursyamsi.
Melalui pengembangan Labkesmas BSL-2 Plus itu, kata dia, Pemprov Sulbar optimistis mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat sistem deteksi dini penyakit di daerah, menuju masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sulbar kembangkan Labkesmas berstandar Biosafety Level 2
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
