
Perekaman Data e-KTP Majene Capai 18.752 Orang

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Perekaman data untuk kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, telah mencapai 18.752 orang dari target 110.848 wajib KTP.
Jumlah tersebut diyakini rampung sesuai target Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga Oktober 2012.
"Kami akui realisasi perekaman data e-KTP yang dicapai masih terbilang minim, batas perampungan yang ditetapkan pemerintah pusat hingga akhir Oktober 2012 dan itu harus kita kejar," ungkap Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Majene, Andi Amriana Chairani di Majene, Kamis.
Selama ini, terdapat beberapa keluhan dari warga akibat terjadi kesalahan data melalui penerbitan kartu keluarga. Kesalahan yang terjadi berupa nama yang tidak tepat, status pernikahan, identitas, serta tempat dan tanggal lahir.
Bahkan, terdapat komunitas warga yang menderita penyakit kusta dan minta untuk melakukan perekaman di sekitar lokasinya sebab merasa malu jika harus ikut mengantre di kantor kecamatan yang menjadi pusat perekaman pada setiap kecamatan.
Menanggapi hal itu, Amriana mengaku itu merupakan hal wajar sebab setiap pelaksanaan e-KTP pasti menghadapi beberapa kendala, hal itu sesuai dengan beberapa proses perekaman yang dilakukan di kabupaten lain yang telah merampungkan perekaman data e-KTP.
"Untuk masalah tersebut, kami tetap mencari jalan keluar agar seluruh data wajib KTP mampu terekam dalam sistem e-KTP. Solusinya, beberapa warga yang memiliki data bermasalah dan warga yang ingin merekam data secara khusus kita tangguhkan dan untuk sementara kita merekam data warga yang tidak bermasalah," ungkapnya.
Menurutnya, selain masalah tersebut, beberapa kecamatan yang telah melakukan perekaman data belum bisa meng-input data warga yang telah terekam ke pusat sebab jaringan tidak terkoneksi.
Namun, ungkap Amriana, hal itu bukan merupakan tanggung jawab DKCS sebab koneksi jaringan ke server pusat merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. Saat ini proses perekaman tetap berlangsung meskipun datanya belum bisa di-input langsung.
"Paling tidak, peng-input-an data bisa kembali normal setelah server terkoneksi ke pusat beberapa hari ke depan. Biasanya hal itu merupakan gangguan jaringan yang tidak bisa terhindarkan," katanya. (T.KR-AHN/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
