Logo Header Antaranews Makassar

Naik Target Pendapatan APBD-P Bantaeng

Rabu, 24 Oktober 2012 04:15 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, meningkatkan target pendapatannya dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari Rp446,4 miliar menjadi Rp484,8 miliar.

Hal itu tergambar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2012 seperti tertuang dalam Nota Keuangan dan Rancangan Perda tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2012 di Bantaeng, Selasa.

Nota Keuangan tersebut diserahkan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah kepada Ketua DPRD Hj Novrita Langgara pada sidang paripurna dewan yang berlangsung di gedung DPRD setempat.

Menurut Bupati, kenaikan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp22,7 miliar lebih, meningkat Rp4,5 miliar lebih (25,07 persen) jika dibandingkan anggaran pokok.

Peningkatan target itu akan diraih melalui penyesuaian target pendapatan pada pos pajak daerah seperti pajak hotel, pajak restoran, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan serta bea perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Selain itu, masih ada pos retribusi akibat penyesuaian target pendapatan dari Jamkesmas dan Askes Sosial. Sedangkan peningkatan pada pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan diraih dari penyesuaian target pendapatan dari bagian laba (deviden) atas penyertaan modal pada Bank Sulsel serta penyesuaian pendapatan lain-lain PAD yang sah dari pelepasan hak atas tanah, jasa giro dan pendapatan bunga deposito.

Dana perimbangan sebesar Rp396,1 miliar lebih juga mengalami peningkatan Rp4,3 miliar lebih atau naik 1,10 persen jika dibandingkan anggaran pokok. Peningkatan tersebut disebabkan adanya penyesuaian target alokasi Bagi Hasil Pajak berupa Bagi Hasil PBB serta hasil cukai tembakau dan bagi hasil bukan pajak/sumber daya alam, urainya.

Pendapatan lainnya, tambah Bupati, diprediksi Rp65,9 miliar lebih, meningkat Rp29,5 miliar lebih (81,08 persen) jika dibandingkan anggaran pokok. Hal ini bersumber dari penyesuanan pendapatan hibah program WISMP.

Selain itu, juga diperoleh dari Dana Penyesuaian untuk Tunjangan Profesi Guru PNSD dan Tunjangan Tambahan Penghasilan Guru PNSD, bantuan keuangan pemprov Sulsel untuk verifikasi dan konversi data kependudukan untuk Pilgub dan Wakil Gubernur Sulsel.

Pembangunan infrastruktur jalan, pelaksanaan kegiatan-kegiatan kabupaten, kelanjutan pembangunan Masjid Agung Syech Abdul Gani, peningkatan aparatur kelurahan dan desa serta bantuan keuangan untuk pembinaan kabupaten/kota penerima penghargaan Adipura.

Bupati mengemukakan belanja daerah dalam anggaran perubahan yang ditarget Rp494,8 miliar lebih, meningkat Rp33,4 miliar lebih (7,26 persen) dibanding anggaran sebelumnya sebesar Rp461,3 miliar lebih.

Khusus pembiayaan, tambah Bupati, ditarget Rp21,8 miliar lebih, mengalami penurunan Rp4,9 miliar lebih (18,34 persen) dibanding target anggaran pokok yang berjumlah Rp21,8 miliar lebih.

Penurunan pembiayaan tersebut diakibatkan adanya penyesuaian perhitungan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebelumnya. Besaran SiLPA yang direncanakan sebesar Rp21,5 miliar lebih berdasarkan hasil audit BPK-RI terhadap laporan pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2011, ujarnya. (T.KR-MH/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026