Logo Header Antaranews Makassar

Kadis Pendidikan Jamin Tidak Ada Pungutan Pendaftaran

Senin, 1 Juli 2013 15:33 WIB
Image Print
Calon siswa mengisi formulir serta melengkapi administrasi untuk pendaftaran ke Sekolah Menengah Atas (SMA) di Makassar, Sulsel, Senin (1/7). ANTARA FOTO/Dewi Fajriani
"Kalau ada yang melakukan pungutan, segera melapor kepada kami dan akan ditindaklanjuti secepatnya," kata Mahmud di Makassar, Senin.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Mahmud B.M. mengatakan bahwa pihaknya menjamin tidak ada pungutan pada pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2013/2014.

"Kalau ada yang melakukan pungutan, segera melapor kepada kami dan akan ditindaklanjuti secepatnya," kata Mahmud di Makassar, Senin.

Menurut dia, pada pendaftaran siswa SD, SMP, dan SMA tidak ada lagi biaya pendaftaran ataupun pungutan lainnya. Hal itu sejalan dengan program pendidikan gratis yang telah dicanangkan sejak 2008.

Selain biaya pendaftaran yang sudah ditutupi, pengadaan buku pelajaran, lembar kerja siswa, dan sebagainya sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar, APBD Provinsi Sulsel, dan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang bersumber dari APBN.

"Dengan demikian, tidak ada alasan lagi ada biaya pendaftaran atau pungutan-pungutan di sekolah pemerintah atau negeri," katanya.

Menanggapi hal tersebut, wali siswa Nuraeni membenarkan bahwa pendaftaran siswa baru di salah satu sekolah negeri di Kecamatan Tallo, Makassar, memang tidak ada biaya sepeser pun.

"Namun, ketika anak saya pindah ke sekolah lain, karena harus pindah rumah, saya dimintai pihak sekolah untuk membayar Rp1,5 juta di SD kawasan Batua Raya, Makassar," katanya.

Menurut dia, hal itu sangat memberatkan, padahal pihak sekolah sudah memberikan surat izin pindah dan sekolah yang dituju juga masih memiliki bangku kosong untuk menerima siswa pindahan.

"Apakah pemberlakuan program pendidikan gratis ini hanya berlaku untuk pendaftaran siswa baru saja? Sementara siswa pindahan bagaimana? Kenapa harus dibeda-bedakan?" ujarnya. D.Dj. Kliwantoro



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026