Logo Header Antaranews Makassar

Polewali Mandar Pilot Proyek Pengawasan Pilkada

Senin, 7 Oktober 2013 10:49 WIB
Image Print
"Bawaslu memberikan perhatian khusus karena daerah ini kami jadikan percontohan pengawasan Pilkada. Jika ini berhasil, maka Bawaslu akan menularkan bagi daerah lain setiap pelaksanaan Pilkada," kata Pimpinan Bawaslu Pusat, Nasrullah di Polman, Senin.

Polman, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pusat menjadikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, sebagai pilot proyek atau percontohan pengawasan proses penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan berlangsung 8 Oktober 2013.

"Bawaslu memberikan perhatian khusus karena daerah ini kami jadikan percontohan pengawasan Pilkada. Jika ini berhasil, maka Bawaslu akan menularkan bagi daerah lain setiap pelaksanaan Pilkada," kata Pimpinan Bawaslu Pusat, Nasrullah di Polman, Senin.

Menurutnya, momentum Pilkada Polman mendapat perhatian lebih dengan mengerahkan semua potensi dalam melakukan proses pengawasan pesta demokrasi yang akan segera berlangsung di daerah ini.

Bahkan, kata dia, Bawaslu pusat akan menempatkan petugas di TPS (Tempat Pemungutan Suara) khususnya titik yang rawan terjadi pelanggaran Pilkada.

"Pengawasan Pilkada Polman dilakukan secara ketat. Untuk mencapai hasil maksimal maka kami menempatkan pengawasan di wilayah perbatasan. Misalnya di perbatasan Paku telah melibatkan Panwaslu Kabupaten Pinrang, Sulsel," jelasnya.

Sementara di daerah perbatasan Kabupaten Mamasa-Polman juga dilakukan hal yang sama termasuk di daerah perbatasan Majene.

"Intinya, Bawaslu akan mengepung pengawasan dari segala penjuru. Ini dimaksudkan untuk meminimalisir munculnya pelanggaran Pilkada," ucap Nasrullah.

Nasrullah yang juga putra kelahiran Polman, menambahkan, pelibatan pengawasan juga diharapkan partisipasi dari berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) maupun dari kalangan media massa.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sulbar, Busran Riandi menyampaikan turut mendukung program percontohan pengawasan Pilkada Polman dengan melibatkan enam Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk turun melakukan pengawasan.

Bawaslu bersama Panwaslu Polman juga telah berkoordinasi dengan Kabupaten Pinrang sebagai daerah tetangga yang berbatasan dengan Polman untuk melakukan pengawasan.

"Berbagai upaya terus kami lakukan untuk mengantisipasi adanya mobilisasi massa pada saat hari pencoblosan. Karena, potensi untuk terjadinya pelanggaran sangat besar," kata Busran. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026