Logo Header Antaranews Makassar

Sekretariat DPRD Sulsel pelajari sistem informasi pariwisata di Bali

Jumat, 12 Juli 2024 19:30 WIB
Image Print
Kabag Humas Sekretariat DPRD Sulsel Baharuddin (dua kiri), Koordinator Media Center DPRD Sulsel Arif Situju (kiri), Sekretaris Diskominfos Provinsi Bali I Dewa Ketut Rai Rustina (dua kanan) saat kunjungan di Kantor Diskominfos Provinsi Bali. ANTARA

Makassar (ANTARA) - Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Selatan kembali melakukan kunjungan kerja di Provinsi Bali untuk mempelajari sistem informasi berkaitan dengan pengembangan kepariwisataan di Pulau Dewata.

"Tentu barometer pariwisata di Indonesia itu ada di Bali. Kita menerima masukan dan saling berbagi pengalaman berkaitan dengan peningkatan pariwisata," ujar Kepala Bagian Humas Sekretariat DPRD Sulsel Baharuddin di Bali, Jumat.

Kunjungan kerja kali ini di fokuskan ke Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali bertujuan untu penguatan kemitraan antarlembaga pada lintas provinsi.

"Kunjungan ini sebagai begian dari silaturahmi. Selain staf sekretariat, jurnalis yang berposko di DPRD Sulsel juga diikutkan guna menindaklanjuti pemberitaan mengenai berbagai hal termasuk tentang pariwisata," paparnya menambahkan.

Koordinator Media Center DPRD Sulsel Arif Situju pada kesempatan itu menambahkan, kedatangan rombongan ke Diskominfos Bali adalah untuk mengawal program DPRD Sulsel sekaligus memperkuat hubungan kerja bersama dengan dinas terkait.

"Diskominfos dipilih tahun ini, karena sebelumnya kami sudah berkunjung Sekretariat DPRD Provinsi Bali. Kali ini kami ingin mengetahui bagaimana sistem mitra kerja sama publikasi antara Diskominfos Bali dengan media," papar wartawan senior ini.

Sementara itu, Sekretaris Diskominfos Provinsi Bali I Dewa Ketut Rai Rustina menjelaskan Provinsi Bali tentu mengandalkan sektor pariwisata guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, belum lama ini, PAD Bali sangat terpuruk dampak dari Pandemi COVID-19.

"Kami sangat bersyukur bisa kembali bangkit setelah dampak COVID-19. Saat ini perekonomian mulai pulih dan kepadatan lalulintas di Bali mulai padat karena kunjungan pariwisata serta ekonomi rakyat mulai normal," katanya.

Mengenai dengan mitra kerja dengan media, kata Dewa Rustina, itu tetap berjalan sejak dulu, sebab media berkepentingan dalam mempromosikan sejumlah destinasi-destinasi pariwisata di Bali kepada publik, bukan hanya dari wisatawan lokal tapi mancanegara.

"Soal anggaran kemitraan tentu kami alokasikan dari APBD, sebab ada puluhan media dari media cetak, radio, televisi, online dan elektronik lainnya termasuk ada juga dialokasikan di media sosial untuk mempromosi destinasi pariwisata kita," ujarnya menambahkan.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026