Logo Header Antaranews Makassar

Polres Selayar Selamatkan 2.393 Telur Penyu

Selasa, 29 April 2014 22:41 WIB
Image Print
Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Ike Edwin bersama Kapolres Selayar AKBP Mohammad Hidayat, SIK membenamkan ribuan telur penyu ke dalam pasir sebelum menetas serta menghindarkannya dari serangan predator. (FOTO/Muh Hasanuddin)
"Ini kita lakukan sejak bulan Februari dan berlanjut hingga bulan April ini, dimana total telur penyu yang sudah kita amankan dan pindahkan ke tempat yang aman itu sudah lebih dari 2.393 buah," ujarnya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Kepulauan Selayar telah menyelamatkan 2.393 telur penyu dari gangguan predator yang biasanya memakan telur-telur itu sebelum menetas di Kampung Penyu, Dusun Tulang, Selayar.

"Penyelamatan telur satwa laut khususnya penyu ini dikarenakan adanya pengalaman-pengalaman lalu dimana telur-telur penyu banyak yang tidak menetas maksimal karena banyaknya predator yang memakan telur sebelum menetas," kata Kapolres Selayar AKBP Mohammad Hidayat melalui pesan elektroniknya dari Selayar, Selasa.

Ia mengatakan, penyelamatan telur penyu di Kampung Penyu itu merupakan upaya dari pihak kepolisian untuk menyelamatkan dan melestarikan satwa laut seperti penyu dimana semuanya telah diatur dalam Undang Undang.

Semua telur yang diamankan itu dipindahkan ke tempat yang dianggap aman dari serangan predator seperti ular, tikus, burung, biawak dan anjing yang cukup banyak berkeliaran di Kampung Penyu itu.

"Ini kita lakukan sejak bulan Februari dan berlanjut hingga bulan April ini, dimana total telur penyu yang sudah kita amankan dan pindahkan ke tempat yang aman itu sudah lebih dari 2.393 buah," ujarnya.

Aksi pelestarian telur-telur penyu itu yang dilakukan secara berkelanjutan oleh aparat kepolisian, juga membantu masyarakat setempat dalam menumbuhkan kecintaan serta kepeduliannya terhadap satwa-satwa laut yang dilindungi oleh negara.

Mantan Kasat Lantas Polrestabes Makassar itu juga menyebutkan jika telur-telur penyu yang diselamatkan oleh jajaran anggotanya dibantu masyarakat itu akan menetas menjadi tukik dalam waktu sekitar 55 hari sejak dibenamkan ke dalam pasir.

Dia memperkirakan, musim bertelur Penyu yang diselamatkan itu kemungkinan akan menetas pada bulan Agustus dimana ditargetkan telur yang menetas menjadi tukik itu sekitar 6.666.

Hidayat berharap jika semua telur penyu itu bisa segera menetas menjadi tukik dan selanjutnya terbebas dari serangan predator sehingga kekayaan laut dengan satwa langkanya seperti penyu itu bisa terus berkembang.

"Kita berharap di Kampung Penyu ini, akan menjadi rumah bagi penyu-penyu langka di dunia dan bisa berkembang biak tanpa harus dimangsa atau ditangkap secara liar oleh manusia," ucapnya. ES Syafei



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026