Donggala (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 100 kepala keluarga mengungsi akibat banjir bandang yang menerjang Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Akris Fattah Yunus mengatakan banjir bandang itu disebabkan setelah wilayah itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi sehingga mengakibatkan meluapnya air sungai.
"Data yang masuk sebanyak 50 rumah warga dan sejumlah fasilitas umum seperti satu jembatan putus total dan masing-masing 1 unit TK, SD, SMP dan Madrasah terdampak banjir tersebut, " kata Akris di Donggala, Selasa.
Ia mengemukakan jumlah pengungsi di Desa Wombo Kalonggo mencapai 100 kepala keluarga (KK).
"Ada 4 orang korban dalam banjir bandang ini, kami masih melakukan upaya pencarian terhadap 2 warga yang hilang dan 2 orang lainnya ditemukan dalam keadaan kondisi luka-luka," ucapnya.
Ia menuturkan saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat Desa Wombo Kalonggo dan TRC BPBD Donggala.
"Kebutuhan mendesak untuk warga Wombo Kalonggo seperti logistik PB, air bersih, makanan siap saji, tenda pengungsi, dan obat-obatan serta keperluan bayi," sebutnya.
Akris mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati jika terjadi banjir susulan di daerah itu.
"Saat ini hujan sudah reda dan air berangsur surut, kami meminta kepada warga tetap waspada akan adanya banjir susulan," katanya.
Diketahui banjir itu terjadi pukul 15.30 Wita akibat hujan dengan intensitas tinggi melanda Desa Wombo Kalonggo Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala.

