Mamuju (ANTARA) - Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat Eka Putra Budi Nugroho menilai pembukaan kembali rute penerbangan dari Mamuju ke Makassar menjadi sinyal positif bagi upaya pemulihan konektivitas dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kebijakan ini sebagai terobosan yang tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi yang lebih luas," kata Eka Putra di Mamuju, Senin.
Menurutnya, ketersediaan akses transportasi udara sangat penting, terutama bagi wilayah seperti Sulbar yang masih terus berbenah dalam infrastruktur dan konektivitas.
"Dibukanya kembali penerbangan Mamuju ke Makassar dan sebaliknya, memberi kemudahan akses bagi masyarakat, baik yang ingin bepergian keluar Sulbar maupun mereka yang ingin datang ke Sulbar," terang Eka Putra.
Namun, dampak terbesar menurut Eka Putra justru terletak pada sisi ekonomi.
Ia menilai jalur udara yang kembali aktif ini merupakan pintu masuk baru bagi para investor yang ingin menjangkau potensi Sulbar.
"Dalam konteks ekonomi, ini sangat berperan positif membantu membuka akses, khususnya bagi investor yang ingin menjangkau target investasi mereka. Akses udara yang baik akan meningkatkan daya tarik Sulbar sebagai wilayah investasi," jelas Eka Putra.
Ia juga menyebutkan bahwa keterhubungan udara menjadi penentu penting dalam mempercepat mobilitas barang, jasa dan manusia.
"Ketika waktu tempuh lebih efisien, maka potensi pertumbuhan ekonomi lokal, pengembangan UMKM, hingga peningkatan sektor pariwisata bisa terakselerasi dengan lebih baik," terangnya.
Ia pun mengapresiasi upaya Gubernur Sulbar Suhardi Duka yang disebutnya telah mengambil langkah strategis untuk membuka kembali jalur vital tersebut.
"Ini bukan hanya soal penerbangan, tetapi tentang membuka jalan bagi pembangunan yang lebih luas. Harapan saya, masyarakat dapat memanfaatkan akses ini, begitu pula para pelaku usaha dan wisatawan yang ingin menjelajahi Sulbar," kata Eka Putra.
Sebelumnya, yakni pada awal Juni 2025, pihak maskapai Batik Air menghentikan rute penerbangan dari Mamuju ke Makassar karena okupansi penumpang yang tidak mencapai 70 persen.
Menanggapi hal ini, Pemprov Sulbar segera mengambil langkah cepat dengan menyiapkan berbagai opsi, termasuk menjajaki kerja sama dengan maskapai lain seperti Wings Air.
Upaya koordinasi juga terus dilakukan, bahkan menjalin komunikasi dengan Pemprov Sulawesi Selatan untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut.
Hingga akhirnya, Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Dirut Batik Air Capt Daniel Putut Kuncoro Adi menandatangani nota kesepahaman terkait pengoperasian kembali rute penerbangan dari Mamuju ke Makassar yang mulai beroperasi kembali pada 22 Juni 2025.

