Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dan Wahdah Islamiyah memperkuat kolaborasi dalam program pemberdayaan umat, khususnya dalam upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di daerah itu.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi di Makassar, Rabu, menyampaikan apresiasinya atas peran aktif Wahdah Islamiyah sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan umat, menjaga nilai-nilai keagamaan, sekaligus berkontribusi pada pembangunan sosial.
Wakil Gubernur perempuan pertama di Sulsel itu menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk membentuk masyarakat yang unggul dan tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ia menjelaskan, investasi di bidang pendidikan keagamaan akan memberikan dampak besar dalam pembentukan karakter. Peningkatan kapasitas SDM lewat pendidikan agama yang berkualitas menjadi salah satu kunci membangun masyarakat Sulsel yang unggul.
"Apalagi tantangan kita hari ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagaimana membentengi generasi muda dari pengaruh negatif,” ucap Fatmawati saat menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Wahdah Islamiyah di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel.
Ia menambahkan, Pemprov Sulsel terus memperkuat berbagai program keagamaan sebagai salah satu instrumen pembangunan manusia.
“Pemerintah provinsi selalu terbuka berkolaborasi dalam program-program keumatan. Kami percaya nilai-nilai keagamaan harus sejalan dengan semangat inovasi dan kemajuan daerah,” jelasnya.
Fatmawati menyoroti program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an yang telah ia gagas di berbagai wilayah Sulsel. Ia menilai literasi keagamaan bukan hanya soal kemampuan membaca, menggarisbawahi bahwa literasi keagamaan merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang percaya diri dan produktif.
"Saya meyakini, memberantas buta huruf bukan hanya soal membaca, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemandirian masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal III DPP Wahdah Islamiyah Sabaruddin Syamsir, menyambut baik pertemuan ini sebagai momen strategis untuk memperkuat kemitraan.
Ia mengungkapkan, hubungan baik antara Wahdah Islamiyah dan Fatmawati Rusdi sudah terbangun lama, dan pihaknya berharap sinergi ini terus berkembang.
"Kita bersilaturahim kembali dengan Bu Fatmawati Rusdi yang sebenarnya sudah terjalin sejak beliau masih di Kabupaten Sidrap sebagai Ketua PKK, kemudian dilanjutkan di Kota Makassar," ujar Sabaruddin.
Di pertemuan yang penuh keakraban itu, ia juga menilai Fatmawati sebagai sosok pemimpin yang responsif dan peduli terhadap program sosial dan keumatan.
"Kami melihat Bu Wagub adalah sosok pemimpin yang responsif, cepat tanggap, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kegiatan sosial serta keumatan," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa Wahdah Islamiyah sedang menggencarkan berbagai program pendidikan agama, terutama untuk kaum ibu, dan berharap dukungan penuh dari Pemprov Sulsel.

