Makassar (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar Sulawesi Selatan memprediksi musim kemarau yang awalnya diprediksi mulai Juni itu mengalami pergeseran mengingat hingga Juni dan Juli masih ada hujan.
"Dari hasil analisa terupdate pada Juli dasar yang satu yang dikeluarkan BMKG Makassar dan sekitarnya masih dalam kondisi musim hujan, sehingga musim kemarau dan hujan mengalami pergeseran," kata Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah IV Makassar Muhammad Sultan Djakaria di Makassar, Jumat
Menurut dia, hingga saat ini belum ada perkiraan terkait awal musim hujan, karena BMKG masih mengacu pada musim kemarau yang jatuh pada Juni 2025.
"Hingga saat ini belum ada info terbaru terkait dengan prediksi awal musim kemarau, jadi masih mengacu ke awal musim kemarau pada Juni," katanya.
Dia mengatakan pula, sampai saat ini masih menunggu perkembangan awal musim hujan yang diprediksi mundur, meski informasi pastinya belum jelas.
Hal itu karena musim kemarau tahun ini mundur dari prakiraan yang aktual.
Sementara mengenai suhu udara di kota Makassar dan sekitarnya diakui mengalami penurunan khususnya terjadi pada malam hari hingga pagi.
"Kalau biasanya rata-rata 24 derajat Celcius saat ini bisa hingga 21 derajat Celcius," jelasnya.
Berkaitan dengan adanya perubahan dan pergeseran musim ini, masyarakat diminta dapat beradaptasi dengan kondisi perubahan cuaca. Termasuk pada kondisi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

