Logo Header Antaranews Makassar

Kasus TB di Sulbar capai 30,9 persen

Jumat, 12 Juni 2026 18:19 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim. ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar

Mamuju (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyebut penemuan kasus tuberkulosis (TB) di wilayah tersebut telah mencapai 30,9 persen dari target estimasi kasus tahun 2026.

"Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang masih berada pada kisaran 30 persen," kata Kepala Dinkes P2KB Sulbar dr Nursyamsi Rahim di Mamuju, Jumat.

Sulbar kata Nursyamsi, juga masuk dalam kelompok provinsi dengan capaian penemuan kasus terbaik secara nasional.

"Berdasarkan data nasional per 7 Juni 2026, Sulbar mencatat sejumlah capaian positif yang menempatkan daerah ini di atas rata-rata nasional dalam beberapa indikator utama pengendalian TB," katanya.

Selain aspek penemuan kasus, Sulbar juga mencatat prestasi pada indikator Treatment Enrollment Tuberkulosis Sensitif Obat (TB SO).

Dengan capaian 92,9 persen, Sulbar menempati posisi tertinggi nasional dalam memastikan pasien yang terdiagnosis TB segera mendapatkan pengobatan.

Pada indikator keberhasilan pengobatan Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO), Sulbar bahkan mencatat capaian 100 persen.

"Capaian ini menunjukkan kualitas pendampingan dan kepatuhan pengobatan pasien TB yang semakin baik di Sulbar. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh kabupaten, puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan berbagai mitra pembangunan kesehatan," jelasnya.

Capaian itu menurut Nursyamsi menunjukkan bahwa Sulbar berada pada jalur yang tepat dalam upaya eliminasi TB.

"Namun kita tidak boleh berpuas diri, karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama meningkatkan penemuan kasus dan memperluas pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kelompok berisiko," jelasnya.

Nursyamsi menyampaikan bahwa inovasi program Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu dalam Penanggulangan Tuberkulosis (Garatta TB) yang diluncurkan Pemprov Sulbar merupakan strategi daerah dalam mempercepat eliminasi melalui pendekatan gotong royong dan pemberdayaan masyarakat.

"Program Garatta TB mengajak seluruh unsur masyarakat bergerak bersama menemukan kasus lebih dini, mendampingi pengobatan sampai sembuh, serta menghapus stigma terhadap penderita. Dengan semangat kolaborasi, kita optimistis target eliminasi TB tahun 2030 dapat tercapai," ujarnya.

Ia berharap capaian positif yang telah diraih dapat menjadi motivasi bagi seluruh kabupaten untuk terus meningkatkan kualitas layanan TB, sehingga masyarakat Sulbar semakin maju dan sejahtera.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026