Logo Header Antaranews Makassar

Bulog Sulselbar siap bangun gudang baru untuk minimalisir biaya sewa

Sabtu, 25 Juli 2026 04:23 WIB
Image Print
Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar Fahrurozi di Makassar, Jumat (24/07/2026). ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Perum Bulog Sulselbar (Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat) merencanakan pembangunan gudang baru pada akhir 2026 sebagai upaya memperkuat cadangan pangan sekaligus meminimalisir biaya sewa gudang yang harus dilakukan untuk menyimpan cadangan beras.

Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar Fahrurozi menyampaikan pihaknya mengeluarkan anggaran sebesar Rp48 miliar pada 2025 lalu untuk penyewaan gudang yang tersebar di berbagai daerah se Sulsel maupun Sulbar.

"Secara umum tahun lalu saja kami sewa itu sekitar Rp48 miliar. Jadi mereka (pemilik gudang) dapat investasi, kami sewa dan mereka dapat cashflow tambahan," ujar Fahrurozi di Makassar, Jumat.

Penambahan gudang baru ini dinilai sangat krusial mengingat kondisi pergudangan Bulog di wilayah Sulselbar yang sudah mengalami keterbatasan (overcapacity).

Saat ini, total stok beras Bulog Sulselbar telah menembus angka 855.000 ton, sementara gudang milik Bulog Sulselbar hanya mampu menampung cadangan beras sebesar 364.000 ton yang terbagi dalam 52 kompleks gudang (204 unit gudang).

"Kondisi ini menunjukkan lebih dari separuh stok beras yang kami kelola harus disimpan di luar gudang milik Bulog, seperti di gudang sewa swasta atau gudang mitra penggilingan," urainya.

Sekitar November 2026, kata Fahrurozi, Bulog Sulselbar siap membangun 11 unit gudang penyimpanan beras baru sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas daya tampung hasil panen petani pada musim panen.

Pembangunan 11 titik gudang baru tersebut merupakan bagian dari program strategis Perum Bulog Pusat yang mengalokasikan sebanyak 100 titik pembangunan gudang di seluruh Indonesia.

Sebanyak 11 titik ini tersebar di sejumlah kabupaten, antara lain Kabupaten Pinrang, Bone, Palopo, Bulukumba, Selayar hingga Mamasa di Sulawesi Barat.

Setiap unit gudang diproyeksikan memiliki kapasitas tampung rata-rata 3.500 ton. Dengan demikian, adanya 11 titik baru ini akan memberikan penambahan kapasitas gudang sebesar 38.000 hingga 40.000 ton.

Ia menjelaskan, dari total 11 titik lokasi yang direncanakan, sebanyak delapan titik akan dibangun di atas lahan milik Perum Bulog. Sementara itu, tiga titik lainnya memanfaatkan lahan hibah dari pemerintah daerah yaitu Kabupaten Bone, Mamasa dan Selayar.

"Saat ini, proyek memasuki tahap perancangan teknis dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) oleh konsultan perencana, yang berjalan secara paralel dengan proses kelengkapan administrasi sertifikasi tanah," urai Fahrurozi.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026