Makassar (ANTARA) - Kantor Wilayah Perum Bulog Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) optimistis memenuhi target penyerapan setara beras untuk pemenuhan pangan menjelang masa puncak panen padi tahun 2025 di sejumlah daerah sentra pangan wilayah Sulselbar.
"Sekarang ini masih dua ribuan ton (serapan). Karena memang baru mau panen di minggu kedua bulan Maret dan April, artinya panen rayanya. Meskipun di bulan Januari-Februari ada, sifatnya kecil-kecil (diserap)," ujar Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar Ahmad Kholisun di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.
Ia menyebutkan untuk target serapan tahun ini yang ditetapkan kantor pusat, kata dia, sebanyak 579.938 ton setara beras. Setara beras artinya, gabah dan beras dikirim menjadi beras, maka jumlah target itu diserap ke petani.
Terkait dengan peristiwa bencana alam seperti banjir beberapa waktu lalu yang dampaknya merendam areal persawahan di wilayah Kabupaten Maros dan sekitarnya, Ahmad bilang, tidak mempengaruhi penyerapan karena sifatnya kecil.
"Kami tetap optimis, karena bencana alam itu sifatnya kecil dibandingkan surplus produksi yang ada di Sulsel. Kita masih optimis menyerap lebih," paparnya di Gudang Divre Bulog Panaikang Makassar.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melakukan kunjungan di Gudang Perum Bulog setempat guna memastikan ketersediaan stok beras aman menghadapi permintaan pangan selama Ramadhan hingga lebaran tahun ini.
Dari penjelasan pihak Bulog, sejauh ini ketahanan stok beras di Sulsel masih sangat mencukupi mencapai 184.000 ton dan aman sampai selesai lebaran Idul Fitri 1446 hijriah.
"Kita optimistis berada dalam zona hijau. Stok beras kita aman. Yang perlu kita perhatikan hanya beberapa komoditas tertentu seperti cabai. Namun, kita akan terus memantau perkembangan harga setiap hari," katanya.
Selain memantau ketahanan stok pangan di gudang Bulog, gubernur bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan rombongan Forkompimda juga meninjau Pasar Tradisional Terong untuk mengecek harga sejumlah komoditi pangan di awal Ramadhan tahun ini.
Kendati harga beras relatif stabil di pasar setempat, namun sejumlah kebutuhan pangan salah satunya cabai yang terus merangkak naik dari semula harga Rp57 ribu per kilo naik menjadi Rp75-Rp80 ribu per kilogram serta komoditi pendukung lainnya ikut naik.