Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 66 orang siswa SD,SMP dan SMA berprestasi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menerima beasiswa Maruki Makassar Foundation.
Ke-66 siswa itu terdiri atas 26 murid SD, 25 siswa SMP dan 12 orang siswa SMA. Selain itu, tiga orang siswa Madrasah yang menguasai tiga bahasa memperoleh beasiswa khusus dari Bupati Bantaeng, Dr HM Nurdin Abdullah, M.Aqr, Selasa.
Murid SD menerima beasiswa sebesar Rp30 ribu/bulan, sedang siswa SMP dan SMA menerima Rp40 ribu/bulan dan Rp50 ribu/bulan. Khusus kepada siswa Madrasah memperoleh beasiswa sebesar Rp200 ribu/bulan.
Penyerahan beasiswa kali ke-11 tersebut dilakukan President Direktur Maruki Internasional, Daisuke Kobayashi dan Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah disaksikan Presiden Direktur Maruki Internasional Makassar, Akashi Yoshiharu, Quality Control Maruki, Okamura Kenji, Okamura Masahirodi dan Hagihara Katsuji, Vice Presiden Maruki Internasional Makassar Taufik Fachruddin, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Hj Sinasari dan Ketua Tim Penggerak PKK, Hj Lies F Nurdin di Bantaeng.
Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah mengatakan, hingga kini Maruki Makassar Foundation telah menyerahkan beasiswa kepada 5.000-an pelajar di Sulsel. Dari jumlah tersebut, sudah banyak yang meraih gelar doctor, sedang yang berhasil menyelesaikan studynya sudah tidak terhitung jumlahnya.
Selain beasiswa untuk pelajar, Maruki Makassar Foundation juga membiayai Kuliah Wirausaha bekerjasama Universitas Hasanuddin (Unhas). Ini dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat wirausaha agar mahasiswa tidak lagi terpaku pada pegawai negeri.
Ia kemudian menceritakan awal berdirinya yayasan ini bertepatan krisis moneter (Krismon) yang melanda Indonesia pada tahun 1997. Ketika itu banyak yang putus sekolah. Pada saat yang bersamaan, dibangun PT Tokai Internasional Indonesia (kini menjadi Maruki Internasional Indonesia).
Ketika itu, urai Nurdin, pendiri yayasan Prof Dr Ir Fachruddin (alm) yang memiliki jiwa sosial tinggi bersepakat dengan ayah Kobayashi, President Direktur Maruki Internasional saat itu untuk membantu anak-anak putus sekolah.
"Kobayashi menyiapkan 30 ribu dolar AS, sedang Maruki menyisihkan 10 ribu dolar AS/tahun.
Dana itulah yang kemudian dijadikan beasiswa hingga kini. "Insya Allah, bila Maruki sehat, yayasan akan berkembang sehingga lebih banyak yang bisa dibantu," ucapnya.
Ia kemudian mengemukakan potensi Bantaeng yang terdiri atas tiga klaster yakni laut, daratan dan pegunungan.
"Tetapi, kenapa kita miskin," ujarnya seraya mengatakan, kuncinya pada pendidikan. Ia berharap penerima beasiswa tidak melihat dari jumlah yang diterima, tapi perhatian dari yayasan untuk meningkatkan pendidikan, tambah Nurdin yang menjanjikan pendidikan yang layak di Fakultas Kedokteran kepada siswa SMA yang berprestasi.
"Kalau bisa, setiap desa ada anak yang kuliah di Fakultas Kedokteran sehingga kelak selesai, ia bisa mengabdikn diri di daerahnya sendiri," ujarnya lagi sembari mengatakan, mulai 2010 Yayasan Maruki Makassar Foundation akan menyiapkan beasiswa untuk siswa berprestasi saja.
Sebelumnya, Presiden Direktur Maruki Internasional, Daisuke Kobayashi berharap, siswa penerima beasiswa bisa lebih giat belajar dan meningkatkan prestasinya.
Bila siswa lebih giat dan berprestasi, saya yakin, kelak akan mendapatkan impian yang diinginkan. Saya yakin, semuanya mau sukses seperti pak Bupati Bantaeng, ujarnya.
Kobayashi mengingatkan, bila sudah meraih impian tersebut, jangan lupa berikan penghargaan kepada orang lain agar kita semua bisa menjadi warga yang baik.
(T.PSO-099/F003)

