Logo Header Antaranews Makassar

BPMPD Sulbar Inventarisasi Kebutuhan Program Bangun Mandar

Minggu, 31 Mei 2015 15:52 WIB
Image Print
"Embrio dicetuskan program Bangun Mandar ini untuk mendorong pembangunan yang dimulai dari desa...

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Badan Pemberdayaan Masyarakat Pembangunan Desa (BPMPD) Provinsi Sulawesi Barat telah melakukan inventarisasi kebutuhan yang dibutuhkan dalam mendukung suksesnya program Bangun Mandar yang telah dicanangkan pemerintah setempat sejak 2007.

"Embrio dicetuskan program Bangun Mandar ini untuk mendorong pembangunan yang dimulai dari desa. Nah, dengan lahirnya Undang-Undang tentang 6 tahun 2014 tentang desa maka hal itu merupakan manivestasi dari program Bangun Mandar ini," kata Kepala BPMPD Sulbar, DR.Junda Maulana di Mamuju, Minggu.

Menurutnya, program Bangun Mandar menjadi program utama yang harus dilaksanakan seluruh SKPD baik tingkat provinsi maupun di kabupaten sejalan dengan lahirnya Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Bangun Mandar.

"Perda Bangun Mandar telah kita sosialisasikan di enam kabupaten di Sulbar. Hal ini dilaksanakan untuk mengajak pemerintah provinsi dan kabupaten untuk mewujudkan program unggulan gubernur," kata Junda.

Mantan penjabat karateker Bupati Mamuju Tengah ini menyebutkan, proses inventarisasi kebutuhan program Bangun Mandar akan terus dilaksanakan sehingga implementasi kegiatan benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat.

"Harus kita akui program unggulan Bangun Mandar selama ini belum sesuai apa yang diharapkan. Makanya, kedepan kita melakukan upaya percepatan agar program ini bisa berjalan optimal," jelasnya lagi.

Junda menyampaikan, seluruh SKPD harus menyiapkan program unggulan untuk dijabarkan dalam usulan kegiatan di tahun 2016. Hal ini penting untuk mendukung kegiatan program Bangun Mandar.

Ia juga menyampaikan program Bangun Mandar tentu diharapkan dapat terlaksana dengan baik untuk membangun desa dengan mendorong pertumbuhan ekonomi pada tingkat desa.

"Tolok ukur kekuatan ekonomi itu harus didorong dan dimulai pada tingkat desa. Jika ekonomi desa sudah mapan maka jelas angka kemiskinan pun akan semakin ditekan," terang Junda.

Junda mengatakan berbagai program nantinya akan didorong pada tingkat desa yang ada di Sulbar.

Provinsi Sulbar sendiri, katanya, saat ini memiliki 574 desa yang tersebar di enam kabupaten di Sulbar.

"Nantinya desa tersebut akan didorong dan dimajukan pada program yang akan dilakukan. Paling tidak, kita bentuk beberapa desa untuk menjadi desa pilot project untuk menjadi desa mandiri melalui program bangun Mandar," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026