
Seminar tentang pendiri HMI digelar Di Unhas

"Adapun tujuan dari seminar ini tentu saja untuk bisa mengangkat pendiri HMI Prof Lafran Pane untuk diangkat menjadi pahlawan nasional," katanya.
Makassar, (Antara)- Seminar tentang pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Prof Drs Lafran Pane di selenggarakan di Baruga Andi Pangeran Petttarani Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Senin.
Ketua Harian Majelis Nasional KAHMI yang diwakili Majelis Penasehat KAHMI, Muhlis Fatahana mengatakan kegiatan seminar ini bukan hanya dilaksanakan di Makassar namun 10 kota lain di Indonesia seperti Aceh, Surakarta, Solo, Manado, hingga Papua.
"Adapun tujuan dari seminar ini tentu saja untuk bisa mengangkat pendiri HMI Prof Lafran Pane untuk diangkat menjadi pahlawan nasional," katanya.
Sementara Ketua Harian Wilayah KAHMI Sulsel, Tobo Khaeruddin, mengatakan pihaknya bersyukur atas penunjukan Makassar sebagai salah satu tuan rumah.
Pihaknya juga mengakui jika HMI Makassar memang telah melahirkan sejumlah tokoh penting di Indonesia.
"Kami tentunya berharap melalui seminar ini membuat masyarakat lebih mengenal tentang sosok Lafran Pane yang telah melahirkan HMI," ujarnya.
Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung batal menghadiri seminar tersebut.
Panitia Seminar Andi Aisyah Lamboge mengatakan kedua tokoh yang rencana menjadi pemateri dalam seminar bertajuk "Aktualisasi Peran Prof Lafrane Pane dalam Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia" itu batal hadir karena alasan yang berbeda.
"Dari informasinya, Mendikbud Anies Baswedan berhalangan hadir karena kebetulan dipanggi Menko Puan Maharani. Sedangkan Akbar Tanjung terpaksa batal hadir karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan," jelasnya.
Ia menjelaskan, batalnya kedua pemateri mengikuti kegiatan ini memang mendadak.
Bahkan informasi terakhir yakni Minggu malam, kata dia, keduanya dikatakan masih tetap hadir sesuai rencana meski akhirnya gagal terwujud.
"Berhubung keduanya batal sehinga kita terpaksa ganti dengan pemateri yang lain. Para peserta juga memahami dan mengerti dengan kondisi yang terjadi," katanya.
Sesuai rencana awal, keduanya merupakan bagian dari lima pemateri yang dipersiapkan pihak panitia. Untuk tiga pemateri lain tetap hadir yakni Prof dr Halim Mubin, Prof Anwar Arifin, dan Rasyid Bansok.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
