Sidrap, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Ribuan warga Kota Parepare dan Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan mengantar jenazah salah seorang pendiri Darul Dakwah Walirsyad (DDI), Sulsel KH AG Muhammad Abduh Pabbaja, Jumat.
Almarhum KH AG Muhammad Abduh Pabbaja diyakini oleh sebagian besar masyarakat sebagai ulama kharismatik generasi terakhir yang dimiliki Sulawesi Selatan setelah (alm) AGH Abdur Rahman Ambo Dalle, (alm) AGH Yunus Martan dan (alm) AGH Daud Ismail.
Menurut sejumlah keluarga Almarhum, ulama sepuh ini menghembuskan nafas terakhir di rumahnya di kompleks Perumahan Lapadde Mas, Parepare, Kamis, sekitar pukul 10.00 wita. kondisi kesehatan Imam Besar Masjid Agung Kota Parepare itu selama ini memang menurun. Sejak Februari 2009 lalu, almarhum tidak pernah lagi ke Masjid Agung.
" Kondisi fisiknya sudah tidak memungkinkan untuk beraktivitas di masjid seperti biasanya. Beliau lebih banyak beristirahat dan berbaring di rumah, namun masih bisa berbicara pelan dan tidak lancar lagi," kata putranya, Ahmad Pabbajah.
Lebih lnjut Ahmad mengatakan, KH AG Muhammad Abduh Pabbaja, yang akrab disapa oleh murid dan masyarakat Parepare, Gurutta Pabbajah, meninggal dunia pada usia 94 tahun menurut perhitungan Hijriyah, atau 90 tahun pada penanggalan Masehi. Beliau lahir di Allakuang, pada 20 Muharram 1336 H, atau 26 Oktober 1918.
Semasa hidupnya, Pabbaja pernah duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesi (DPR RI) mewakili Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Di era tahun 80-an, Pabbaja juga kerap tampil sebagai juru kampanye partai berbasis Islam tersebut.
Di Masjid Agung Parepare, jenazah dilepas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, KH Sanusi Baco LC. Turut hadir Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Kota Prepare H Muhadir Haddade SH, anggota DPRD Ir Kaharuddin Kadir MSi bersama sejumlah pejabat lainnya.
Ketua MUI KH AG Sanusi Baco LC mengatakan, Almarhum KH Muhammad Abduh Pabbajah adalah sosok ulama yang ikhlas menuntun umat, juga punya pendirian kuat dalam menentang segala pergeseran aqidah.
" Almarhum Anre Gurutta KH Muhammad Abduh Pabbaja ini memiliki kepeduliaan terhadap umat yang sangat besar sampai akhir hayatnya," kata Sanusi.
Sementara itu Ketua Pengurus Besar DDI, Prof Dr H Muiz Kabry mengatakan, Almarhum adalah ulama yang punya pendirian tegas dalam mengambil keputusan untuk kepentingan seluruh umat.
" Tapi disisi lain beliau juga bersedia menerima pandangan orang lain jika diberikan penjelasan dan pengertian yang membuat beliau paham," katanya.
Usai disalatkan di Masjid Agung Parepare. sekitar pukul 13.00 wita, Jenazah Almarhum Anre Gurutta KH Muhammd Abduh Pabbaja kemudian diantar ratusan mobil untuk dimakamkan di pekuburan Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.
Rombongan pengantar jenazah tiba di Desa Allakuang, Sidrap, sekitar pukul 13.45 Wita dan jenazah pengasuh Pondok Pesantren Al Furqan ini kemudian di salatkan kembali di mesjid Almuttahid, Desa Allakuang, Sidrap dan kemudian jenazah dimakamkan tepat pukul 14.00 Wita.
(T.PSO-098/S016)

