Sabtu, 21 Oktober 2017

Gubernur Sulsel Resmikan "Underpass" Pertama Di KTI

id Gubernur sulsel, undetpass, simpang lima, bandara
Gubernur Sulsel Resmikan
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) meresmikan pengoperasian Underpass Simpang Lima Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/6). (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)
Makassar (Antara Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meresmikan "Underpass" Simpang Lima Sayang yang diklaim sebagai "underpass" pertama di Kawasan Timur Indonesia.

"Kehadiran kita menjadi saksi sejarah hadirnya terowongan pertama di KTI, saksi sejarah hadirnya peradaban baru di Indonesia Timur," kata Syahrul sebelum meresmikan operasional pertama Underpass Simpang Lima Sayang di perbatasan Kota Makassar-Maros, Sulsel, Minggu.

Syahrul mengatakan penggunaan pertama terowongan di Simpang Lima Sayang ini adalah bukti dari komitmen untuk terus melakukan pembangunan.

"Komitmen kita untuk menghadirkan Indonesia yang lebih baik," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian Jalan Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) XIII Budiyamin mengatakan progress "underpass" ini sudah mencapai 96 persen.

Operasional jalan ini, kata dia, dilakukan mulai dari H-7 hingga H+7, lalu kemudian ditutup kembali untuk perampungan, yang terdiri atas penyelesaian aksesoris dan minor item.

"Operasional jalan ini dimaksudkan agar tidak ada lagi kemacetan di Simpang Sayang pada arus mudik dan arus balik mendatang," ucapnya.

Ia menjelaskan, pembangunan "Underpass" Simpang Lima Sayang ini menelan anggaran sebesar Rp169,6 miliar.
Proyek ini terdiri atas jalan sepanjang 1,5 km, dan terowongan sepanjang 110 meter, dan lebar 20,6 meter, dan dikerjakan oleh PT. Waskita Karya, dan PT. Adhi Karya.

"Secara total proyek ini akan kita rampungkan pada 11 Juli mendatang," pungkasnya.

Pembangunan "Underpass" Simpang Lima Sayang ini, dimaksudkan untuk mengurai kemacetan yang rutin terjadi selama lima tahun terakhir di perbatasan Kota Maros dan Makassar, yang terjadi akibat pertemuan arus kendaraan, baik dari Kota Makassar, Maros, maupun Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga