Senin, 23 Oktober 2017

Deputi BNPT : Kampus Jadi Pilar Penanggulangan Radikalisme

id bnpt abdul rahman kadir, unhas
Deputi BNPT : Kampus Jadi Pilar Penanggulangan Radikalisme
Deputi BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)
Makassar (Antara Sulsel) - Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir mengatakan kampus harus menjadi pilar penanggulangan radikalisme dan terorisme.

"Karena itu, kami hadir di sini untuk memberikan pencerahan pada mahasiswa baru agar tidak terpengaruh dengan radikalisme dan terorisme, karena terindikasi kampus menjadi salah satu sasaran," kata Abdul Rahman disela-sela kuliah umum di Baruga Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sabtu.

Dia mengatakan adanya indikasi jika kampus menjadi tempat kelompok radikal dalam mempengaruhi generasi muda, sehingga pihak BNPT masuk ke kampus untuk melakukan pencerahan dan menyosialisasikan kepada mahasiswa agar tidak terpengaruh oleh kelompok-kelompok tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka pihaknya menyasar kampus-kampus di Indonesia agar mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan tidak mudah terpengaruh oleh faham radikalisme dan terorisme.

Mengenai kuatnya pengaruh media sosial dalam kehidupan generasi muda, dia mengatakan, dari 250 juta penduduk Indonesia, sekitar 132 juta atau lebih dari 50 persen menggunakan internet.

"Bisa dibayangkan besarnya pengaruh dari kelompok radikal jika memanfaatkan potensi ini untuk disalahgunakan," katanya.

Karena itu, baru-baru ini pemerintah sudah memblokir sejumlah media sosial untuk membendung kelompok-kelompok radikal. Hal ini disadari bahwa mereka sangat pandai memanfaatkan situasi ini dalam mempengaruhi generasi muda.

Untuk program lanjutan ke kampus-kampus itu, lanjut dia, pihaknya masih akan membahas kerja sama itu dengan Kemenristek Dikti dan perguruan tinggi bersangkutan.

Pada kesempatan yang sama, pihak BNPT turut menghadirkan mantan teroris Kurnia Widodo untuk melakukan testimoni.

Kurnia di depan dua ribu lebih mahasiswa baru Unhas menceritakan ketika malang-melintang sebagai teroris setelah mendalami faham-faham yang menyesatkan yang tidak lagi mempertimbangkan masalah kemanusiaan.

Namun dalam perjalanannya setelah di penjara pada 2010, akhirnya secara perlahan-lahan menyadari jika selama ini pemahaman dan keyakinannya itu tidaklah benar.

Sementara itu, Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi pihak BNPT dalam memberikan pencerahan pada mahasiswa baru.

"Kegiatan ini sebagai pembekalan bagi mahasiswa baru, sekaligus untuk persiapan ke depan dengan menimba pengalaman dari orang-orang yang sukses di bidangnya, tanpa mengabaikan karakter dan integritas bangsanya," katanya.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga