Mamuju (ANTARA Sulsel) - Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Mamuju, Sulawesi Barat terlantar dan tidak dapat mengikuti proses perkuliahan.
Pantauan di Mamuju, Selasa, dilaporkan, banyak mahasiswa yang akhirnya terpaksa pulang karena tidak bisa masuk di ruang kuliah yang sedang disegel.
Tidak sedikit pula mahasiswa yang masih menunggu di sekitar kampus selama satu hingga dua jam.
"Saya usahakan menunggu dulu. Barangkali ruang kuliah bisa dibuka kembali dan kami bisa mengikuti proses perkuliahan," ujar salah seorang mahasiswa STIEM Mamuju, Taslim.
Ia menambahkan, saat tiba di kampus, kondisinya sudah tidak bisa lagi digunakan karena disegel oleh mahasiswa yang lain sejak Senin malam (26/10)," ungkapnya.
Ia pun mengaku tidak mengetahui dengan pasti penyebab penyegelan kampus STIEM Mamuju tersebut.
"Setahu saya, mahasiswa melakukan penyegelan karena menolak kebijakan kampus yang menghilangkan mekanisme angsuran untuk membayar uang kuliah," jelasnya.
Saat ditanya mengenai tanggapannya atas penyegelan tersebut, Taslim mengatakan hal ini bisa menjadi pelajaran bagi birokrat kampus untuk tidak mengambil kebijakan secara sepihak.
"Seharusnya, kebijakan seperti ini diperbincangkan dengan civitas akademika, karena memiliki dampak pada seluruh mahasiswa, apalagi yang memiliki keterbatasan ekonomi," tuturnya.
Ia mengharapkan agar pihak kampus segera mengeluarkan kebijakan yang lebih baik, sehingga aksi penyegelan bisa dihentikan.
"Dengan begitu, seluruh mahasiswa bisa kembali mengikuti proses perkuliahan di kampus, pungkasnya.
(T.PSO-103/F003)

