UMI Makassar perkuat pendidikan karakter dosen dan karyawan

id umii,masrurah mokhtar, rektor, perkuat pendidikan dosen dan karyawan

Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar MA (UMI.ac.id)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar pelatihan untuk memperkuat pendidikan karakter setiap dosen dan karyawan di Kantor LPDKI UMI Makassar, Kamis.

Pada kegiatan ini dihadiri Rektor UMI Prof Masrurah Mokhtar MA, Wakil Rektor IV UMI KH M Zein Irwanto, MA, Ketua LPDKI UMI Dr HM Ishaq Shamad, MA, Ketua AMKI Korwil Sulawesi Drs H Sulaiman Gosaalam dan 33 peserta.

"Empat tahun lalu, UMI dimintai materi pendidikan nasional untuk menyusun konsep pendidikan karakter bangsa berbasis pesantren, maka dikirim Dr Arfah Shiddiq dan Kiai Zein Irwanto, MA sebagai wakil," kata Rektor UMI Prof Masrurah Mokhtar MA di Makassar.

Diceritakan saat itu, Rektor UMI dihadapan seluruh pimpinan PT se Indonesia menjawab pertanyaan salah seorang peserta.

"Sebelum dijadikan contoh, mengapa UMI banyak demo di jalan. Rektor mengatakan itulah pentingnya pendidikan karakter dan pencerahan qalbu, karena diantara mahasiswa yang sering demo di jalan itu, adalah mereka yang tidak lulus pencerahan qalbu," jelasnya.

Dikatakan Rasulullah diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Al-Qur`an menyebutkan "wahai orang beriman ucapkan kata yang baik atau diam". Namun jaman now, tidak semua harus didiamkan. Karena itu, lidah bisa membawa kepada taqwa atau membawa kepada kebohongan.

Untuk itu lanjutnya, karakter yang baik adalah bagaimana berinteraksi dengan bawahan atau atasan. Bagaimana ucapan dan perbuatan kita di hadapan orang lain.

"Mari memanggil teman dengan penggilan nama yang baik. Karena berkata-kata yang sopan dan bermakna, dengan kata-kata yang lemah lembut, ini menurut Al-Qur`an. Itulah sebabnya semua kata harus dipertanggung jawabkan, karena ucapan itu banyak sangsinya," ujar Masrurah.

Rektor UMI mengingatkan jangan sampai terkena ayat "mengapa anda mengucapkan sesuatu yang kalian tidak mampu kerjakan".

"Apalagi di musim Pilkada, banyak kata yang dijanjikan tapi belum tentu dapat dilaksanakan, maka berhati-hatilah," ujarnya.

"Jauhi kebanyakan prasangka karena prasangka itu, adalah dosa dan jangan cari-cari kesalahan orang lain. Walaupun banyak orang yang cari kesalahan orang lain, sehingga muncul iri hati. Selain itu, janganlah menggibah, menggunjing satu sama lain. Ghibah itu memang terjadi, tapi orang yang dighibah tidak senang jika ia dibicarakan," tutur Masrurah.

Diakui,  di UMI telah melakukan interaksi dengan baik, ini sejalan dengan pembentukan karakter seluruh akademika UMI.

"Kami yakin apa yang dilaksanakan ini akan efektif karena bersumber dari Al-Qur`an. Walaupun di tempat lain hanya berdasar dari etika yang dapat berubah dan bersumber dari manusia saja," sebutnya. 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar