Logo Header Antaranews Makassar

Disdik Sulsel ajukan anggaran UNBK Rp25 miliar

Selasa, 20 Maret 2018 18:07 WIB
Image Print
Foto arsop. Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (belakang), meninjau pelaksanaan UNBK sesi II di SMAN 21, Makassar, Sulawesi Selatan, tahun lalu. (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Dinas Pendidikan Provisi Sulawesi Selatan kembali mengajukan anggaran senilai Rp25 miliar ke DPRD Sulsel untuk mencukupi pemenuhan kebutuhan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 9 April 2018.

"Saat ini masih ada 165 sekolah SMAN dan SMK di kita yang belum memiliki komputer untuk digunakan UNBK. Bila dihitung anggarannya sekitar Rp25 miliar," Kata Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo usai Rapat Dengar Pendapat di Komisi E DPRD Sulsel di Makassar, Selasa.

Kendati telah dianggarkan Rp17 miliar untuk kelengkapan Ujian nasional, kata dia, hanya bisa terserap pada 125 sekolah se Sulsel dalam pengadaan komputer. Meski demikian pihaknya telah melakukan simulasi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan UNBK.

Menurutnya, untuk SMAN dan SMKN ada dua ujian nasional yakni ujian sekolah berstandar nasional dengan ujian berbasis komputer, kemudian persiapan dalam rangka UNBK telah selesai dilaksanakan 100 persen.

"Kami telah lakukan tiga simulasi, dan semuanya berjalan lancar. Hanya saja kendala teknisnya nanti pada infrastuktur jaringan internet serta listik saat ujian berlangsung bisa saja terjadi ganguan," kata adik kandung Gubernur Sulsel ini.

Mengenai usulan anggaran tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk tambahan agar komputer tidak hanya digunakan untuk keperluan UNBK tetapi nantinya setiap sekolah punya laboratorium komputer sendiri guna mendukung pembelajaran tambahan pelanjaran teknologi informasi dan komunikasi.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya telah melakukan remote area pada 29 sekolah. Remote area dimaksud adalah melakukan pengontrolan jarak jauh saat ujian nanti. Sedangkan jumlah perserta secara keseluruhan yang mengikuti UNBK sebanyak 143 ribu orang siswa dilaksanakan pada 1.363 sekolah se-Sulsel.

Sedangkan untuk pengadaan kompter tersebut, sebut dia, dimasukkan dalam e-Catalog dengan spesifikasi RAM 8 Gigabyte, prosesor intel core 7, dengan kapasitas memori minimal 500 gigabyte dan monitor 21 inci.

Dirinya juga menyebut telah melakukan simulasi USBN menggunakan sistem android pada sejumlah sekolah di Makassar dan pada dasarnya berhasil, hanya saja data internet yang dibutuhkan cukup banyak. Tahun ini seluruh sekolah diwajibkan mengikuti ujian UNBK.

Sementara Ketua Komisi E DPRD Sulsel Kadir Halid dalam rapat tersebut mengatakan, bila itu dianggap keperluan mendesak maka layak untuk dibantu, mengingat ini bersifat parsial selanjutnya bisa dianggarkan.

Selain itu, masih ada rasionalisasi (pemotongan) anggaran Pilkada Gubernur hingga Rp50 miliar bisa dimasukkan dalam membantu pelaksanaan UNBK.

"Kalau ini dianggap perlu dan penting maka segera dianggarkan, salah satu opsinya bisa ditarik dari rasionalisasi Pilgub Sulsel tujuannya agar pemerataan anggaran bisa realisasi di bidang lain," katanya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026