Makassar (ANTARA News) - Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Sulawesi Selatan mengajak PT Perusahan Listrik Negara (PLN) wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara menangani masalah listrik.

"Kalau otoritas kelistrikan mengatakan, kita tidak memiliki cadangan lagi, ini menjadi kerja bersama semua pihak sehingga masyarakat dan industri bisa memiliki ketersediaan listrik," kata Pelaksana Tugas Kepala BKPMD Provinsi Sulsel Irman Yasin Limpo di Makassar, Kamis.

Ketidakcukupan pasokan listrik yang berlarut-larut, lanjutnya, bisa menganggu investasi.

Ia menjelaskan, salah satu penunjang investasi adalah ketercukupan energi listrik dan untuk menjaga investasi yang baik dan pesat, ketersediaan energi listrik seharusnya dapat mengimbangi.

"Pemerintah provinsi selalu mengapresiasi investasi listrik, karena sadar akan pentingnya, kecil atau pun besar kita dorong untuk direalisasikan," katanya.

Investasi pembangkit listrik yang masuk ada yang baru peletakan batu pertama, ada yang sudah 80 persen dan banyak juga yang telah selesai, tinggal distribusi, ujarnya.

"Jangan sampai terlambat mengantisipasi. Kita harus belajar dari tahun-tahun sebelumnya penyebab pemadaman, baik dari ketersediaan pembangkit, perawatan atau antisipasi perubahan iklim," katanya.

Selama ini, kata dia, koordinasi yang dilakukan PLN dengan pemerintah provinsi sangat baik dan diharapkan koordinasi tersebut dapat terus terjaga. "Ke depan mari kita pikirkan bersama, jangan hanya satu pihak," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengagendakan tiga langkah penanganan persoalan kelistrikan di Sulsel setelah melakukan pertemuan dengan General Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara Zulkifli Abdullah.

Agenda pertama, persoalan kelistrikan yang terjadi akibat kondisi cuaca seperti turunnya debit air waduk PLTU Bakaru, pemerintah provinsi dan PLN sepakat untuk membuat hujan buatan untuk mengisi waduk PLTU Bakaru.
Kedua, untuk persoalan mesin, PLN diminta untuk mendatangkan mesin pinjaman atau menyewa mesin minimal untuk bisa menutupi hingga Desember 2011 atau melakukan percepatan perbaikan mesin yang rusak dengan tenggat waktu hingga Desember 2011.

Permanen sistem yang diharapkan ke depan adalah secara maksimal pasokan listrik dari gas. Pembangkit-pembangkit listrik yang direncanakan seperti di Kabupaten Barru dan beberapa yang lainnya yang memang dipersiapkan untuk 2012 lebih cepat di aktifkan, minimal ujicobanya dan koneksitas jangka panjang yaitu agenda permanennya se-Sulawesi yang bisa masuk untuk memperkuat.

Ia mengaku terkejut menerima laporan dari PLN bahwa dari daya mampu listrik di Sulsel sebesar 630 megawatt, kebutuhannya saat ini telah menjadi dua kali lipat dibanding tiga tahun lalu.

"Tadinya saya merasa ada cadangan 60 megawatt ternyata tidak ada cadangan lagi karena begitu cepatnya akselerasi penggunaan energi di daerah ini," jelasnya.

Pertemuan gubernur dengan GM PLN wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara untuk mendapatkan informasi mengenai pemadaman yang terjadi beberapa minggu terakhir.

Menurutnya, PLN memiliki alasan teknis karena ada tekad bersama pemerintah untuk mencoba secara maksimal mengupayakan agar pemadaman listrik itu dihindari secara maksimal.

Pejabat GM PLN Sulsel, Sulbar dan Sultra sebelumnya Ahmad Siang pernah menjelaskan, PLN menjamin ketersediaan pasokan listrik hingga 900 megawatt di Sulsel dengan penambahan pasokan sebesar 200 megawatt pada Oktober 2011.

Daya mampu listrik di Sulsel saat ini sebesar 700 megawatt lebih dengan beban puncak 590 megawatt dan daya tersisa 300 megawatt pada siang hari.

Masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya mengeluhkan pemadaman bergilir yang dilakukan PT PLN Wilayah VII tanpa sosialisasi. Pemadaman diprediksi akan berlangsung hingga akhir 2011.

Penyebab dari pemadaman itu, karena turunnya debit air waduk Bakaru akibat musim kemarau panjang.

Berdasarkan data PLN Wilayah VII, debit air waduk Bakaru saat ini hanya sekitar 16 hingga 20 meter kubik perdetik. Sementara untuk menjalankan dua mesin PLTU Bakaru dibutuhkan sekitar 45 hingga 50 meter kubik per detik.(T.KR-RY/S016)

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar