Sabtu, 29 April 2017

Bappeda Sulsel Arahkan Program Pemberdayaan Ke Jeneponto

id bappeda sulsel, jufri rahman, jeneponto, program pemberdayaan
Bappeda Sulsel Arahkan Program Pemberdayaan Ke Jeneponto
Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman (ANTARA FOTO/Nurhaya J Panga)
"Kabupaten Jeneponto ini merupakan satu-satunya daerah yang termasuk daerah tertinggal di Sulsel...
Makassar (Antara Sulsel) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan akan mengarahkan program pemberdayaan perekonomian dan pembangunan ke Kabupaten Jeneponto.

"Kabupaten Jeneponto ini merupakan satu-satunya daerah yang termasuk daerah tertinggal di Sulsel, makanya kami akan mengarahkan program-program pemberdayaan ke kabupaten tersebut," kata Kepala Bappeda Sulsel Jufri Rahman di Makassar, Kamis.

Pihaknya, kata Jufri, meminta setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Sulsel memprioritaskan program-program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan ke kabupaten tersebut.

"Selama ini kami cenderung bersikap sama rata, program pemberdayaan, program pengentasan kemiskinan, semua sama rata kita lakukan di semua kabupaten/kota," tuturnya.

Padahal, lanjutnya, kondisi setiap kabupaten/kota berbeda, Kabupaten Luwu Timur misalnya yang sudah cukup maju dengan infrastruktur yang memadai sudah tidak terlalu memerlukan intervensi yang besar dari pemerintah provinsi.

Sementara Kabupaten Jeneponto dengan kondisi lahan yang kritis, iklim yang kering, dan kualitas SDM yang minim membutuhkan dorongan dan bantuan yang besar dari pemerintah provinsi.

"Kalau Jeneponto yang start awalnya, misalnya, dari angka sepuluh, disamakan perlakuannya dengan kabupaten di Luwu Raya yang start awalnya sudah 70, tentu Jeneponto akan terus tertinggal," kata dia.

Ke depan, kata Jufri, pihaknya akan menekankan agar program-program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan akan dibagi berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan kabupaten/kota.

"Kami juga meminta pemerintah kabupaten dapat membuat program-program yang dapat langsung menyentuh kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga