Minggu, 23 Juli 2017

Pemprov Sulsel Luncurkan Tiga Program Ketahanan Pangan

id pemprov sulsel, ketahanan pangan
Pemprov Sulsel Luncurkan Tiga Program Ketahanan Pangan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua kiri) meninjau Toko Tani Indonesia usai peluncuran di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (17/3). (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)
"Ketiga program tersebut adalah peningkatan produksi padi, jagung...
Makassar (Antara Sulsel) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel meluncurkan tiga program ketahanan pangan untuk tahun 2017.

"Ketiga program tersebut adalah peningkatan produksi padi, jagung, tanaman pangan, dan hortikultura, program Toko Tani Indonesia, dan program produk sehat organik," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel Fitriani pada peluncuran program tersebut di Makassar, Jumat.

Menurut Fitriani untuk peningkatan produksi padi, jagung, tanaman pangan, dan hortikultura pihaknya akan menggandeng perbankan untuk pembiayaan yang difasilitasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sedangkan program kedua, Toko Tani Indonesia, tujuannya adalah untuk memutus mata rantai distribusi pasokan bahan pangan agar harga yang sampai di tingkat konsumen lebih terjangkau.

"Berdasarkan hasil penelusuran kami, rantai distribusi pasokan pangan mulai dari petani hingga sampai ke tangan konsumen cukup panjang.Bisa sampai delapan rantai," ujarnya.

Dengan kehadiran Toko Tani, dipastikan rantai distribusi tinggal dua hingga tiga.

"Itu berakibat harga komoditas pangan bisa jauh lebih murah," ujarnya.

Program ketiga adalah meningkatkan program produk sehat organik. Upaya untuk meningkatkan daya saing produk organik sesuai harapan Menteri Pertanian bisa dimaksimalkan melalui program yang digagas instansinya.

Program itu juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani hingga 30 persen karena diketahui hasil pertanian organik harganya lebih mahal di pasaran ketimbang yang konvensional.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan instansi terkait dalam memenuhi harapan untuk menjadikan Sulsel sebagai provinsi terdepan, khususnya dalam bidang pertanian.

"Saya bisa melihat perkembangan yang dilakukan dinas ini selama 100 hari. Sangat baik kerjanya," katanya.

Orang nomor satu di Sulsel itu memberi catatan tidak muluk-muluk, tahun 2018 mendatang, Sulsel sudah sudah menjadi daerah yang swasembada pangan.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga