Rabu, 20 September 2017

Gubernur: Bendungan Passeloreng Dukung Produksi Padi Sulsel

id gubernur sulsel, bendungan passeloreng, wajo
Gubernur: Bendungan Passeloreng Dukung Produksi Padi Sulsel
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (dua kanan) saat meninjau Bendungan Passeloreng bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di Kabupaten Wajo, Rabu (19/4). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)
"Bendungan ini bukan hanya untuk Wajo, tapi untuk orang Indonesia," ucapnya.
Makassar (Antara Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengatakan Bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo akan mendukung peningkatan produksi padi nasional.

"Dengan kapasitas Bendungan Passeloreng yang dapat mengaliri tujuh ribu hektare areal persawahan akan mendukung peningkatan produksi padi Sulsel," kata Syahrul di sela peninjauan Bendungan Passeloreng bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di Kabupaten Wajo, Rabu.

Provinsi Sulsel, kata Syahrul, siap menjadi salah satu lumbung pangan nasional dan dapat memberi makan di 22 provinsi yang ada di Indonesia.

"Bendungan ini bukan hanya untuk Wajo, tapi untuk orang Indonesia," ucapnya.

Syahrul mengatakan pembangunan Bendungan Passeloreng akan memberi banyak dampak positif bagi masyarakat.

"Selain sebagai pengendali banjir, bendungan yang memiliki tinggi 44,5 meter ini juga akan menjadi penyedia air baku dengan kapasitas tampungan sekitar 138 juta meter kubik," ujarnya.

Saat ini, kata Syahrul, juga pihaknya masih mengusulkan peninjauan rencana tata ruang wilayah (RTRW) terkait bagian dari tahapan proses pelepasan kawasan hutan di wilayah itu.�

"Saat ini masih menunggu peninjauan tim terpadu yang berencana datang 27 April mendatang," kata Syahrul.

Pembangunan Bendungan Passeloreng memasuki tahapan baru dengan melakukan pengalihan aliran Sungai Gilireng ke dua unit terowongan yang telah dibuat, dengan tujuan agar bangunan utama bendungan itu sudah bisa dikerjakan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan saat ini waktunya untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di segala sektor, termasuk pembangunan bendungan karena akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

"Pengalihan aliran sungai itu merupakan langkah pertama pengerjaan Bendungan Passeloreng dan pembangunan bendungan ini cukup cepat dibanding pengerjaan salah satu bendungan di daerah lain yang progresnya hanya 12 persen," kata Basuki.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga