Rabu, 20 September 2017

PSBM Bangun Kembali Semangat Kewirausahawan

id psbm, gubernur sulsel
PSBM Bangun Kembali Semangat Kewirausahawan
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) menerima rombongan panitia Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) 2017 di Makassar, Selasa (20/6). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)
Makassar (Antara Sulsel) - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (Sekjen DPP KKSS) Ibnu Munsir mengatakan pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) 2017 akan berupaya membangun kembali semangat kewirausahawan para perantau asal daerah itu.

"PSBM kali ini selain untuk silaturahmi, juga untuk mengembalikan khittah PSBM untuk membangun kembali semangat kewirausahawan," kata Ibnu usai menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Selasa.

Untuk itu, lanjut dia, PSBM 2017 yang akan dilaksanakan pada 1-2 Juli mendatang, akan menghadirkan pengusaha-pengusaha besar asal Sulsel yang sukses di perantauan, yang akan membagikan kisah sukses mereka.

"Kita coba hadirkan Haji Sam yang sukses di Kalimantan Selatan, dan memiliki tambang batu bara, selain itu ada juga pengusaha asal Sulsel yang sukses di Papua yang akan berbagi kisah suksesnya," ucapnya.

Pada acara tersebu, kata dia, juga akan menghadirkan tokoh-tokoh yang sukses di bidang pemerintahan yang akan menjadi pembicara.

"Ada Gubernur Jambi dan Bupati Kutai Timur misalnya yang merupakan keturunan Bugis-Makassar," tambah dia.

"Ini semua untuk memberi motivasi kepada para perantau bahwa kesuksesan dapat dicapai di sektor mana pun kita berkiprah," ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan pertemuan itu akan dihadiri sekitar 1000 undangan termasuk dari Malaysia, Australia dan negara-negara Eropa.

Sementara Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo meminta panitia PSBM 2017 memperlihatkan kemajuan Sulsel kepada para peserta pertemuan tersebut.

"Jangan cuma bersifat seremonial saja, tapi harus ada kebanggaan daerah yang kita perlihatkan kepada mereka bahwa mereka kembali ke Sulsel sebagai daerah terbaik bukan daerah miskin," pesan Syahrul.

Syahrul juga mengusulkan dalam kegiatan itu agar dimasukkan agenda `city tour` dengan mengunjungi beberapa lokasi industri seperti pabrik coklat dan kacang mete serta beberapa lokasi pembangunan infrastruktur seperti Makassar New Port (MNP).

Editor: Laode Masrafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga