Selasa, 22 Agustus 2017

BKKBN Sulbar Canangkan Sampaga Sebagai Kampung KB

id bkkbn sulbar, sampaga, kampung kb
BKKBN Sulbar Canangkan Sampaga Sebagai Kampung KB
BKKBN (Istimewa)
Mamuju (Antara Sulbar) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat mencanangkan Desa Sampaga, Kabupaten Mamuju, sebagai Kampung Keluarga Berencana.

Kepala Bidang Advokasi, Informasi, Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Nuryamin, pada pencanangan Kampung KB di Dusun Hijrah, Desa Sampaga, Kecamatan Sambaga, Kabupaten Mamuju, Rabu, menargetkan setiap kecamatan di daerah itu minimal terdapat satu Kampung KB.

"BKKBN Provinsi Sulbar menargetkan setiap kecamatan ada satu Kampung KB. Dari 69 kecamatan di daerah ini, baru sekitar 46 Kampung KB," kata Nuryamin.

Penguatan program pembangunan yang ada di Kampung KB, kata Nuryamin, bukan hanya dari sektor keluarga berencana, tetapi dari semua sektor.

"Keluarga berencana hanya menjadi motor penggerak, tetapi yang lain mengikutinya, sehingga pembangunan keluarga yang diharapkan bisa menjadi pilar utama dari pembangunan nasional," kata Nuryamin menjelaskan.

Dalam sebuah persalinan, lanjut Nuryamin, ada usia rentan yang berisiko pada kematian ibu dan bayi, sehingga KB hadir untuk mengatur persalinan tersebut.

Ia berharap masyarakat Dusun Hijrah dapat mengikuti program KB.

"Bagi ibu-ibu yang berusia di atas 40 tahun maupun wanita yang masih berusia 15 tahun, sangat berisiko menyebabkan kematian baik ibu juga anaknya sehingga kami sarankan untuk menghindari kehamilan di usia tersebut. Jadi, saya berharap masyarakat bisa ikut program keluarga berencana sehingga bisa mengatur persalinan untuk menghindari berbagai risikonya," ucap Nuryamin.

Sementara itu, Wakil Bupati Mamuju Irwan SP Pababari juga mengajak masyarakat khususnya wanita agar dapat mengatur persalinan dan mengikuti program KB untuk menghindari berbagai risiko.

"Sebuah perencanaan yang baik akan berujung pada kesejahteraan, termasuk perencanaan kehamilan," tuturnya.

"Kami menyarankan jika belum mapan, sebaiknya menunda dahulu pernikahan. Saya sepakat anggapan di tengah masyarakat selama ini bahwa menikah itu pasti membawa kebaikan. Tetapi alangkah bagusnya kalau itu semua direncanakan. Begitupun jika sudah menikah, sebaiknya kehamilannya direncanakan dengan baik," jelas Irwan SP Pababari.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga