Sabtu, 23 September 2017

Wagub Ajak Mahasiswa Kelola Potensi Kelautan

id wagub sulsel, politeknik pertanian negeri pangkep
Wagub Ajak Mahasiswa Kelola Potensi Kelautan
Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang (dua kanan) saat menghadiri acara ramah tamah Dies Natalis ke-29 Politeknik Pertanian Negeri di Pangkep, Minggu (10/9). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)
Pangkep (Antara Sulsel) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu`mang mengajak masyarakat dan mahasiswa untuk bersama-sama mengelola potensi laut yang begitu besar untuk kemajuan daerah, bangsa dan negara kedepan.

Wagub Sulsel Agus Arifin Nu`mang di Pangkep, Minggu, mengatakan, masyarakat dan pemerintah Sulsel perlu mensinkronkan dengan gagasan Presiden Jokowi untuk mengelola laut dikarenakan masa depan Indonesia ada di laut.

"Kawasan laut daerah kita sangat potensial, banyak jenis ikan yang nilai harganya mencapai jutaan di pasaran luar negeri seperti di Jepang," katanya pada ramah tamah Dies Natalis ke-29 Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

Wagub Sulsel dua periode itu juga menyatakan bahwa pertanian di Sulsel sangat baik namun perlu pengelolaan dan penanganan serius mulai dari pembibitan sampai panen.

"Kita dituntut dapat memafaatkan teknologi pertanian modern yang dapat mempermudah para petani. Petani harus siap dalam pengembangan budi daya tanaman dan perikanan yang lebih canggih". Katanya.

Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Darmawan menyampaikan bahwa kampus ini mulai berdiri sendiri sejak tahun 1999.

"Tahun 1999 kampus ini berdiri sendiri pisah dengan UNHAS dan saat ini jumlah mahasiswa tercatat sekitar 7200 orang," katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Sulsel Sulkaf S Latief mengatakan, untuk ekspor rumput laut di daerah itu memang kembali bergairah seiring dengan kenaikan harga hasil laut tersebut.

Ia menjelaskan, ekspor rumput laut yang kini menjadi andalan pemasukan Sulawesi Selatan itu memang sempat turun hingga 6.000 ton.

"Berdasarkan data yang telah dirilis, jumlah akspor bulan Juni itu mengalami penurunan hingga 6.000 ton dibandingkan januari. Tetap sejak dua bulan ini, sudah mulai membaik karena sekarang harganya juga telah menembus Rp12 ribu," ujarnya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga